Warga GKI Klasis Nabire Wajib Mengikuti Protab Kesehatan Guna Pencegahan Covid – 19

gkiichtus.com,-  Sejak beberapa bulan terakhir terhitung bulan Maret –Mei 2020 warga di Kabupaten Nabire sudah tidak dapat melaksanakan kegiatan keagamaan di rumah-rumah ibadah dalam jumlah yang banyak termasuk dalam memperingati hari-hari besar keagamaan di Kabupaten ini akibat adanya himbauan pemerintah baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19, akhirnya pada hari Sabtu, (31/05) betempat di ruang rapat kantor bupati, dilaksanakan Rapat Evaluasi Penanganan Covid -19  yang di pimpin langsung oleh Sekda Kabupaten Nabire Daniel Maipon, S.STP  bersama-sama dengan FORKOPIMDA dan Para pimpinan Umat Beragama yang ada di kabupaten Nabire dan telah disepakati untuk membuka kembali rumah-rumah ibadah dengan tetap selalu memperhatikan Protokoler Kesehatan yang telah disampaikan oleh Pemerintah.

Untuk menindak lanjuti apa yang telah disampaikan oleh PEMDA Kabupaten Nabire, maka pimpinan Badan Pekerja Klasis GKI Nabire dengan cepat meninjak lanjutinya dengan mengundang seluruh pimpinan jemaat-jemaat yang ada di wilayah pelayanan Klasis GKI Nabire dalam pertemuan rapat yang dilaksanakan pada hari Jumat (05/06) bertempat di ruang rapat Kantor Klasis GKI Nabire.

    Rapat  di pimpin langsung oleh Ketua Klasis GKI Nabire Pdt. Linda Upessy, S.Th,M.Pd yang di damping oleh Pnt. Yunus Arwam Sebagai Anggota BPK Nabire dan di hadiri oleh PHMJ masing-masing jemaat yang ada di wilayah pelayanan Klasis GKI Nabire. Dalam pertemuan tersebut Ketua Klasis GKI Nabire Pdt.Linda Upssy, S.Th,M.Pd menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah telah kembali membuka penggunaan rumah-rumah ibadah termaksud Gereja maka terhitung mulai hari minggu, (07/06) warga jemaat GKI yang ada di Klasis Nabire sudah dapat beribadah kembali seperti biasanya dengan tetap mengikuti protab kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah daerah, selain itu juga  Volume ibadah ditambah menjadi 3 kali pelayanan yakni ibadah minggu subu, ibadah minggu pagi dan ibadah minggu sore ini dikhususkan bagi jemaat-jemaat yang besar, tetapi bagi jemaat yang kecil tetap pelaksanaan ibadahnya bisa di bagi 2 kali pelayanan atau hanya sekali pelayanan.

Selanjutya Pdt.Linda Upessy,S.Th,M.Pd menyampaikan kedepannya seluruh pelayanan jemaat GKI yang ada di Klasis Nabire baik itu Pendeta, Guru Injil, Guru Jemaat, Penatua dan Syamas didalam melayani wajib mengikuti Rapites guna persiapan kesehatan tetapi juga untuk pencegahan Covid-19 ini. Dirinya juga menghimbau kepada seluruh GKI yang ada di Klasis Nabire agar tetap melaksanakan ibadah malam dengan keluarga masing dengan mengikuti panduan dari BP.Am Sinode GKI Di Tanah Papua.

       Selanjutnya dalam pertemuan ini juga Pdt. Junus Mbaubedari, S.Th yang juga sebagai Ketua Forum Pimpinan Umat Beragama yang ada di kabupaten Nabire, juga menyampaikan bahwa setelah pemerintah membuka kembali rumah –rumah ibadah untuk kita bisa beribadah lagi tetapi kita sebagai warga GKI harus  tetap berpatokan pada Protab Kesehatan diantaranya setiap warga jemaat yang mau datang beribadah di Gedung Gereja wajib memakai Masker didalam gedung gereja, ini juga berlaku bagi majelis dan pelayan mimbar, dan harus di dokumentasikan dan dilaporkan kepada Tim Gugus Covid -19. Dan akan di pantau terus oleh tim gugus covid-19 serta apa bila ditemukan ada jemaat-jemaat yang tidak melaksanakan Protab kesehatan maka jemaat tersebut akan diberikan sangsi berupa teguran bahkan gedung gereja tersebut akan ditutup. (By. unteks)

 

 162 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 28 = 32