Karya Roh Kudus Dalam Kehidupan Orang Percaya

gkiichtus.com,- Hari ini sebagai gereja kita menjalani tahun gerejani  yang disebut minggu Tri Nitas,  yang berbicara tentang kesatuan antara Bapa, Anak dan Roh Kudus. Bapa, Anak dan Roh Kudus yang kita tahu adalah Ketiga  yang Esa, sekalipun kita menyebutnya sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus.  Hal soal Bapa, Anak dan Roh Kudus, ini adalah soal yang harus kita mengerti dengan baik, supaya sebagai orang tua secara khusus kita dapat memberi pemahaman atau pengajaran yang benar kepada anak-anak kita supaya mereka mengerti dengan baik soal Bapa, Anak dan Roh Kudus  yang adalah Tiga tetapi tetap Satu. Demikian dikatakan sebagai  ; Pelayan Firman Tuhan  Pdt. Linda Upssy, S.Th, M.Pd yang juga sebagai Ketua Klasis GKI Nabire, yang melayani pada ibadah hari minggu , (14/06/20) di Jemaat GKI Ichtus Siriwini ~Nabire. Dengan pembacaan dan perenungan Firman  dari Kitab Kisah Para Rasul 13 : 1-12.

Pdt.Linda Upessy,  mengatakan bahwa dalam pembacaan Kisah Para Rasul 13 : 1-12,  mau menjelaskan kepada kita sekalian tentang karya atau peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya,  khususnya dalam pekerjaan pelayanan pemberitaan injil.  Lebih dahulu pada ayat 1-3,  mau menjelaskan tentang pengutusan Barnabas dan Saulus. Yang Menjadi pertanyaan siapakah Barnabas dan Saulus itu ?  Barnabas dan Saulus adalah 2 orang dari beberapa nabi dan pengajar  yang berada di dalam jemaat di anthiokia. Selain Barnabas dan Saulus ada juga Simeon yang di sebut niger, Lukius orang kirene yang berasal dari Afrika Utara  dan Menahem yang adalah seorang bangsawan asli Yahudi yang didik bersama Herodes Antipas . sedangkan Barnabas itu seorang Yahudi yang berasal dari daerah Siprus , sedangkan Saulus juga seorang Yahudi asli dari Tarsus di Sisilia,  Simeon juga seorang Yahudi yang juga diberi nama Niger dengan tujuan supaya ia memberitakan injil dikalangan orang Romawi. Yang menjadi Pertanyaan ? mengapa asal usul mereka disebutkan dalam pembacaan ini ? Maksudnya adalah mau memberi tahu kepada setiap pembaca Kisarasul 13  ini, termaksud kepada setiap orang percaya “ Bahwa injil Tuhan itu bersifat Universal bersifat terbuka untuk siapa saja tanpa memandang/melihat tempat asal usul , status sosial, tingkat pendidikan dan latar belakang lain yang berbeda-beda dari setiap orang.

Selanjutnya , Pdt Linda Upessy , dalam khotbahnya mengatakan bahwa , Injil itu mempersatukan setiap orang percaya dalam kehidupan ini,  Injil bukan memecah-mecahkan orang percaya dalam hidup ini. Injil menerima kepelbagaian tetapi Injil selalu mempersatukan sebab Injil bersifat Universal , umum,  terbuka bagi  siapa saja yang menerimanya. Ini patut untuk terus  menjadi perenungan bagi setiap kita yang mengaku hidup di dalam Injil ditengah –tengah hidup kita sampai dengan hari ini.  “ Sejauh mana dampak pengaruh kuasa Injil itu dalam relasi hidup bersama dengan semua orang  terutama dalam hidup sebagai persekutuan orang percaya. Apakah semakin terbuka untuk membuka diri, atau semakin terus bertahan untuk menutup diri.  Karena hal ini patut untuk menjadi perenungan  bagi kita dalam hidup tiap-tiap hari.  Jadi kita tidak hanya tahu bahwa Allah memberi roh-Nya tetapi yang lebih di butuhkan adalah : tahu lalu menyerahkan diri secara total pada Otoritas Allah supaya hidup kita dipimpin , dituntun dan dibimbing  oleh kuasa Roh Kudus dalam hidup ini.  Karena itu jangan keraskan hati, sebab ketika kita mengeraskan hati  untuk bertahan dalam kekerasan hati kita, maka kita akan sulit untuk mengalami bagaimana kuasa Roh Kudus dengan dasyat bekerja dalam hidup kita.

Selanjutnya juga, Pdt.Linda Upessy S.Th,M.Pd, mengajak seluruh warga jemaat GKI Ichtus Siriwini agar mau menyerahkan diri sepenuhnya untuk dituntun oleh Kuasa Roh Allah dalam hidup ini.  Sebab kuasa Roh Tuhan itu mempunyai kuasa yang dasyat, kalau kita mengimani dan meyakini bahwa Allah memberikan roh-Nya yang adalah kekuatan Ilahi yang luar biasa maka seharusnya hidup kita sebagai orang percaya dapat menyatakan kekuatan Ilahi yang luar biasa itu dalam kehidupan ini.Tetapi sering kali hidup kita biasa-biasa saja dari waktu ke waktu soal rohani soal iman kita kepada Tuhan.

Dijelaskannya juga oleh Pdt.Linda Upessy dalam , Ayat 4-1’ bahwa karya Roh Kudus itu bekerja dalam berbagai aspek yang lain. Saat dalam perjalanan dan pemberitaan injil dilakukan karya Roh Kudus bekerja di hidup seseorang untuk merespon pemberitaan injil yang dilakukan. Karya Roh kudus bekerja pada hati seseorang untuk merespon apa yang di dengar dan diterima oleh Firman Tuhan dalam hidup ini. Bahkan karya Roh Kudus  menguatkan dan memampukan seseorang ketika beradapan dengan tantangan hidup yang sulit.  Lewat kuasa Roh Kudus memampukan Paulus untuk menyatakan kebenaran, kuasa Roh Kudus memampukan Gubernur Sergius Paulus justru menjadi takjub dan heran lalu percaya.

Selanjutnya dalam  khotbahnya,  Pdt. Linda Upessy, S.Th,M.Pd, mengajak seluruh warga Jemaat GKI Ichtus Siriwini untuk bertanya masing-masing dalam diri dan kehidupan kita kalau pada Barnabas dan Saulus kekuatan kuasa Roh Kudus itu luar bisa nampak dalam setiap perkataan, dalam pemberitaan yang disampaikan luar biasa nyata kuasa itu, bagaimana dengan saudara dan saya dalam hidup tiap hari ? bagaimana ketika seorang bapak berbicara kuasa Roh Kudus nampak untuk istri dan anak-anak ? ini persolannya ?  bagaimana seorang istri berbicara kuasa Roh Kudus nampak untuk suami dan anak-anak ? bagaimana sebagai orang tua berbicara kuasa Roh Kudus nampak untuk anak-anak kita ? ini kita berbicara soal iman ?  kita tidak hanya tahu bahwa Roh Kudus ada pada kita, tapi bagaiman kita menampakkan kuasa Roh Kudus itu dalam hidup ini. Pada bagian ini dikatakan oleh Pdt.Linda Upessy, bahwa mereka mendengar  Roh Tuhan berbicara kepada mereka ? dalam hidup kita kita sering kali sulit membedakan mana suara Tuhan mana suara kehidupan dunia ini. Lalu kita lebih cenderung mengikuti dan mendengar suara kehidupan dunia ini. Sekian waktu kita menjadi orang percaya, kita tahu bahwa Roh Tuhan ada pada kita , lalu dimana kekuatan kuasa Roh itu dalam kehidupan ini ?

Dalam mengakhiri Khotbah dan Perenungannya pada ibadah Minggu pagi di Jemaat GKI Ichtus Siriwini, Pdt. Linda Upessy, S.Th, M.Pd , mengajak warga Jemaat Ichtus untuk mau belajar dari firman Tuhan : mari setiap umat kepunyaan Tuhan mau  menyadari bahwa masing-masing kita diberi tugas  oleh Tuhan untuk melakukan tugas itu kita perlu berserah dan mau dipimpin oleh Roh Kudus supaya kita mengalami Karya Roh Kudus itu didalam seluruh kehidupan kita. Salah satu tanda kita berserah dan mau di pimpin oleh Roh Kudus , maka kita perlu tekun untuk hidup dalam Firman Tuhan tapi juga harus mempunai waktu secara khusus dengan Tuhan dalam hidup ini. Di tengah situasi Pandemic covid 19 ini,  kita harus jujur  mengatakan bahwa Pandemic covid 19 ini  telah membuka kerapuhan kita sebagai orang percaya ! karena kita sebagai umat cenderung dalam hidup ini hanya mengarahkan perhatian untuk ibadah hari minggu di gedung gereja, tetapi ibadah yang tiap hari dirumah sangat rapuh sekali, kita tidak rutin tiap hari untuk beribadah bersama dalam rumah tangga kita, sebab bukankah dalam iman harusnya dalam rumah tangga itu tiap hari  harus selalu dilaksanakan supaya kuat, lalu satu minggu satu kali kita berkumpul digereja pasti kekuatannya akan lebih besar dan kuat.

Realita kita sebagai orang percaya yang tiap hari untuk beribadah dirumah bersama keluarga ini sangat rapuh, kita hanya mau menunggu hari minggu saja baru kita datang beribadah digedung  gereja. Bukankan didalam rumah tangga, suami  itu adalah pemimpin lalu mengapa tidak bisa memempin rumah tangganya untuk soal iman kepada Tuhan harus setiap hari kuat , kokoh dan teguh. Bukankan didalam rumah tangga ada istri yang juga sebagai pemimpin , bukankah didalam rumah tangga ada orang tua yang adalah juga pemimpin tetapi mengapa sulit untuk kita lakukan  padahal  Roh Tuhan ada pada diri setiap kita. Ketika rumah tangga kita kuat, kokoh setiap hari maka setiap minggu kita berkumpul di gedung gereja pasti akan ada kekuatan yang sangat besar dan dasyat. Tapi relitanya tidak seperti itu, karena itu kita perlu lihat peran Roh Kudus yang Allah beri dalam hidup kita ditengah kehidupan tipa-tiap hari. Karena itu peran rumah tanggah harus menjadi hal yang kokoh, kuat yang tiap hari kita bangun di dalam persekutuan kita dengan Tuhan ditengah kehidupan ini.  Fungsi dari Roh Kudus menyadarkan kita untuk terus membenahi diri dan hidup soal iman kepada tuhan , fungsi dari roh kudus membimbing kita , menguatkan , memampukan  kita , menghibur kita dalam kehidupan ini.  Pertanyaannya apalagi yang kurang dari tuhan untuk saudara dan saya dalam hidup ini. (By; unteks).

 116 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 86 = 88