Roh Kudus Menuntun Orang Percaya Dalam Ibadah

 

gkiichtus.com,- Apabila ada orang yang berkumpul dalam rumah ibadah atau dalam suatu pertemuan rapat, ada orang-orang yang senang berbicara, ada orang yang selalu ingin di puji, ada orang yang selalu ingin di akui sebagai orang-orang yang hebat, tetapi ada juga orang yang selalu mencari-cari kesalahan orang lain atau juga kelemahan orang lain, ada juga orang yang merasa bahwa ia lebih tahu dan lebih pintar  sehingga tidak mau menghargai orang lain, ada juga orang-orang yang merasa bahwa dia sudah banyak berkecimpung di dalam kegiatan kegereja sehingga dia menganggap dirinya sudah hebat bicara Firman dia merasa bisa, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah  apakah dia bicara Firman sesuai dengan perilaku hidupnya bisa atau tidak. Demikian dikatakan Sekertaris Klasis GKI Nabire Pdt. Welem Fairyo, S.Th, selaku  Pelayan Firman pada ibadah minggu pagi (21/06/20) di Jemaat GKI Ichtus ~ Siriwini ketika memulai Khotbah dan Perenungannya.

Lanjutnya, ketika kita Bicara Tuhan tetapi masih membenci orang lain, kita masih cerita orang lain, memfitna orang lain, suka memprofokasi keadaan, orang-orang yang hidup seperti ini adalah orang-orang yang dikatakan orang yang munafik. Oleh karena itu Pdt. Welem Fairyo mengajak warga jemaat GKI Ichtus Siriwini untuk mau melihat bersama sifat-sifat orang percaya. Dikatakannya menurut pembacaan kita pada 1 Korintus 14:26-40, bahwa Paulus mau menjelaskan  pada ayatnya yang ke (baca) 26.b . oleh sebab itu karunia-karunia ini dipergunakan untuk membangun jemaat, yang berarti kita mengembangkan kehidupan rohani kita sehingga rohani kita bisa lebih dewasa untuk melihat situasi, untuk melihat keadaan bagi orang percaya.

Selanjutnya, Pdt Welem Fairyo,S.Th mengatakan bahwa Rasul Paulus mengajar kepada jemaat di Korintus tentang aturan penggunaan karunia dalam ibadah ada empat hal terpenting yang pertama adalah : Menggunakan karunia rohani harus ada keterlibatan kata-kata dengan bahasa roh di dalam pertemuan. Dijelaskannya, disini  Rasul Paulus mau mengijinkan bahasa-bahasa roh itu, tetapi yang diminta adalah jemaat mau mengoreksi  kata-kata bahasa roh ini benar atau dibuat-buat. Dirinya mengatakan mengapa Rasul Paulus harus mengatakan bagian ini, agar supaya jangan sampai timbul kesombongan rohani, menganggap hebat, menganggap memiliki karunia.

Rasul paulus katakana bahwa karunia yang ada adalah untuk membangun, karena Roh kudus hadir untuk memberikan karunia bukan untuk dipakai untuk memuji-muji diri tetapi untuk memuliakan Allah. Roh kudus hadir bukan untuk membeda-bedakan, tetapi bagaimana untuk setiap manusia mau mengakui Tuhan.  Yang kedua Rasul Paulus mau menjelaskan bahwa  berkata-kata dengan bahasa Roh dilakukan secara bergiliran dan yang ketiga adalah  jemaat menilai untuk setiap karunia Roh kudus yang ada pada seseorang, sehingga karunia yang diberikan Tuhan lewat kuasa roh kudus itu dipakai untuk membangun jemaat demi damai sejahtera bagi jemaat itu sendiri. Dan Yang keempat atau yang terakhir adalah bersaksi secara pribadi, bersaksi yang dimaksudkan Rasul Paulus adalah  bersaksi di dalam doa, berdiam diri melalui doa.  Warga jemaat yang hadir dalam ibadah minggu pagi ini  laki-laki sebanyak 55 jiwa dan perempuan sebanyak 89 jiwa total 144 jiwa yang hadir pada ibadah diminggu pagi ini. (by.unteks)

 97 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 3 =