Roh Kudus Menuntun Seseorang Bertindak Sopan Dan Teratur Dalam Ibadah

gkiichtus.com,-  Rasul Paulus memberikan pembacaan di saat ini dan menulis surat kepada jemaat di Korintus di karenakan kondisi di Korintus  saat itu yang datang dari berbagai penduduk mengakibatkan budaya-budaya kekristenan yang ada pada saat itu bercampur baur, demikian dikatakan oleh Pelayan Tuhan Pdt. Julianus Johan Ajomi, S.Si, Teol, dalam mengawali Khotbahnya pada saat Ibadah Subuh, Minggu (21/06/20) , bertempat di Gedung Gereja Jemaat GKI Ichtus Siriwini, dengan pembacaan Firman Tuhan 1 Korintus 14:26-40 yang diberikan oleh Departemen Pembinaan Jemaat BP Am Sinode Di Tanah papua. Dirinya memberikan contoh metode ibadah di GKI, meskipun se asas dengan gereja Kristen Jawa pasti adan bagian-bagian yang berbeda, begitu juga yang se asas dengan HKBP, begitu juga yang se asas dengan gereja Kristen Toraja, atau GMIM, dan lain sebagainya. Lanjut Pdt. Julianus Johan Ajomi, bagian-bagian inilah yang sering mempengaruhi jalannya ibadah, ini dikarenakan mereka semua menyatakan diri bahwa mereka telah menerima Roh Kudus tetapi mereka tidak teratur. Misalnya ketika kita sedang berkhotbah di mimbar dan yang lainnya sedang bernyanyi atau membaca mazmur puji-pujian. Bagian Inilah yang mendasari Rasul Paulus menuliskan suratnya kepada jemaat di Korintus agar di dalam melaksanakan pertemuan berjemaat harus teratur dan sopan.

Selanjutnya, Pdt. Julianus Johan Ajomi mengatakan, ada kata kunci yang menjadi perenungannya pada ibadah subuh minggu, (21/06/20) yakni (baca) pada ayat 26  ; maksudnya adalah Ketika Tuhan meberikan kita Karunia yakni karunia berbahasa roh, karunia menyanyi, karunia berkhotbah, karunia bernubuat,  karunia ini semua gunanya untuk membangun. Sehingga Rasul Paulus mau menekankan untuk menggunakan karunia-karunia ini untuk tertib dan teratur. Oleh karena itu GKI Di Tanah Papua menggunakan Tata Ibadah setiap Ibadah Minggu.

Mengakhiri Khotbanya, Pdt. Julianus Johan Ajomi, S.Si, Teol, mengajak seluruh warga Jemaat GKI Ichtus ~ Siriwini pada Ibadah Minggu Subuh, sebagai orang Kristen yang sudah lahir dari dalam kandungan orang Kristen tetapi ketika berbicara tentang sejarah kenapa pelayanan begini di dalam gereja sering acuh tak acuh, malas tahu. Dikatakannya disinilah Rasul Paulus sampaikan bahwa kita harus menjadi orang Kristen yang di pimpim oleh Roh Kudus, sebab di pimpin oleh Roh Kudus berarti harus ada Sopan dan Teratur. Pdt. Julianus Johan Ajomi Juga Mengajak Warga Jemaat bahwa kalau hari ini kita tidak hidup di dalam ketidakaturan, dalam ketertiban misalnya kalau jam ibadah minggu  subuh yang seharusnya jam 05:00 WIT kita ulur sampai jam 06:00 WIT, benarkah kita sedah hidup sebagai orang Kristen yang tertib dan teratur. Kalau hari ini gereja-gereja di seluruh dunia diwajibkan untuk menambah jam ibadah untuk bersama-sama memutuskan mata rantai covid-19 sudah di atur jam ibadahnya maka jemaat juga harus mengikutinya dengan aturan-aturan itu. Karena disitulah kita bersama-sama mengaku dan melaksanakan apa yang Roh Kudus sampaikan. Kadang Orang Kristen banyak mau menasehati tetapi cara menasehati ini kadang penyampaiannya tidak sopan.

Oleh karena itu Pdt Julianus Johan,Ajomi,  menyampaikan bahwa ketika kita semua mengaku bahwa kita dipimpin oleh Roh Kudus berarti kita harus tertib, kita harus Sopan, kita  harus merendahkan diri kalau ada orang yang berkata-kata seperti Firman menyampaikan bahwa yang lain harus mendengar, tidak semua harus berdiri untuk memuji Tuhan tapi juga tidak semua harus berdiri untuk berkhotbah, tidak semua harus memiliki bahasa Roh, maka disitulah membutuhkan keteraturan dan kesopanan. Ketika kita semua sopan dan teratur tanpa engkau menyampaikan orang telah mengetahui bahwa engkau telah dituuntun oleh Roh Kudus.(by.unteks)

 104 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 12 = 14