Tanggung Jawab Manusia Kepada Dunia

 

gkiichtus.com,-Tanggung jawab manusia kepada dunia, adalah tema minggu ini yang hendak kita renungkan bersama sebagai suatu persekutuan jemaat dimana
Allah mempercayakan penatalayanan dunia ini kepada kita sebagai umatTuhan,(band Kej 1:1-2:3 ).Untuk itu bagaimana kita memahami isi dari mazmur ini, mazmur (bhs ibrani mizmor ) nyanyian-nyanyian yang diiringi alat petik. Orang Yahudi menamakan kitab mazmur itu Tehillim (nyanyian-nyanyian pujian) atau tefilot (doa-doa), khusus mazmur pasal 8 :1-10 merupakan perenungan yang penuh rasa khidmat dan kekaguman akan kemulian dan keagungan Allah atas segala ciptaan yang patut kita tinggikan dan hormati.  Mazmur ini diawali dan diakhiri dengan pengakuan yang sama akan keunggulan nama Allah yang melebihi segalanya. Hal ini diajukan sebagai bukti bahwa nama Allah paling mulia di seluruh muka bumi. Kemudian hal ini diulangi sebagai sesuatu yang terbukti benar yang akan di tunjukan diayat terakhir sebagai bukti atas kemulian Allah, si pemazmur memberikan contoh-contoh kebaikan-Nya terhadap manusia,sebab kebaikan Allah adalah kemulian-Nya dan Allah patut di muliakan. Demikian Tema sentral yang diturunkan oleh Departemen Pembinaan  Jemaat  GKI Sinode Di Tanah Papua pada Ibadah Minggu (12/07/20).

Dalam Mengawali Khotbahnya, Pdt. Julianus Johan Ajomi, S.Si, Teol. Sebagai Pelayan Tuhan dalam memimpin Ibadah Minggu Subuh (12/07/20) di Jemaat GKI Ichtus Siriwini dengan pembacaan Firman yang terambil dari kitab Mazmur 8:1-10, Menyampaikan bahwa  kita sebagai manusia harus mengakui Tuhan sebagai pencipta langit dan bumi dan sebagai pemelihara umat manusia sehingga kita wajib memuliakan Tuhan. Pdt. Julianus Johan Ajomi, menyampaikan kalau kita berbicara tentang penciptaan Daud menyampaikan bahwa Tuhan sungguh Mulia, KeagunganNya mengatasi seluruh bumi, Disini Raja Daud mau menyampaikan bahwa ciptaan Tuhan sungguh dasyat sampai hari ini bahkan sampai Tuhan datang kembali. JIkalau kita coba merenungkan Raja Daud Ia lahir di padang gurun dan Ia menyampaikan Tuhan Sungguh Mulia, padahal kehidupan di padang gurun untuk rumput saja harus dibayar untuk ditanam tetapi Daud tetap menyampaikan bahwa Tuhan sungguh Mulia, Daud tidak bersungut-sungut kepada Tuhan. Bahkan Raja Daud mau menggambarkan dari mulut bayi-bayi dan anak-anak menyusu telah Kau letakan dasar kekuatan karena lawanMu. Disini Raja Daud mau menyampaikan bahwa didalam mulut anak-anak kecil ada kepolosan, ada ketulusan, benar bilang ya benar salah bilang salah. kita harus bilang benar karena ciptaan Tuhan sungguh luar biasa maka kita harus mengakui karena ketika kita tidak mengakui berarti kita juga sebagai salah satu yang tidak mengakui Tuhan sebagai pencipta langit dan bumi. Selanjutnya Pdt. Julianus Johan Ajomi menyampaikan bahwa Raja Daud mau Mengajarkan kepada kita semua untuk harus mensyukuri segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan karena Tuhan menciptakan segala sesuatu kalau kita belajar dari Kitab Kejadian bahwa segala sesuatu hanya dihasilkan oleh Firman, hanya dihasilkan oleh kata-kata dari Allah Bapa, ketika Allah berfirman Jadilah Terang maka Matahari, Bulan, Bintang dan seluruh sikap yang baik yang menunjukan anak-anak terang, roh mengasihi, roh mengampuni semua menjadi satu dalam firman tentang jadilah terang dan pada penciptaan yang terakhir Allah menciptakan lewat tanganNya sendiri yaitu manusia. Allah tidak berfirman jadilah manusia tetapi Ia menciptakan manusia lewat tanganNya sendiri yang serupa dan segambar dengan Allah, dan Allah memberi tugas kepada manusia untuk menjaga dan merawat seluruh ciptaanNya.

Selanjutnya, Pdt. Julianus Johan Ajomi, menyampaikan dalam khotbahnya dihadapan Warga Jemaat GKI Ichtus Siriwini, bahwa hari ini kita semua dipercayakan untuk bertanggung jawab atas seluruh ciptaan Tuhan, apapun profesi kita baik sebagai Nelayan yang menikmati hasil ciptaan Tuhan dilaut, tetapi juga ketika kita pergi kehutan hasil dihutan juga Tuhan anugerahkan begitu luar biasa untuk kita syukuri. Selanjutnya Pdt. Julianus Johan Ajomi menyampaikan, kalau hari ini kita kita tidak mau bekerja berarti kita semua tidak bertanggung jawab kepada Tuhan, kalau hari ini kita punya kerja hanya minta-minta berarti kita tidak pernah bertanggung jawab untuk hasil ciptaan Tuhan.  Mengakhiri Khotbahnya, Pdt.Julianus Johan Ajomi menyampaikan dan mengajak seluruh warga jemaat GKI Ichtus Siriwini lewat kebenaran Firman Tuhan untuk kita selalu memuliakan Nama Tuhan atas hasil karya ciptaan Tuhan, Memuliakan Nama Tuhan berarti kita semua harus bekerja untuk mengelola segala sesuatu yang telah Tuhan ciptakan, Kalau hari ini keta sebagai Nelayan berarti kita harus menjadi nelayan yang profesional, kalau hari ini kita sebagai pekerja tambang maka kita harus menjadi pekerja tambang yang profesional, kalau hari ini kita sebagai petani berarti kita harus sebagai petani yang profesional. Sebab Tuhan menciptakan manusia serupa dan segambar denganNya, untuk menguasai seluruh ciptaanNya. Ketika dihari ini kita belum menghasilkan apa yang Tuhan percayakan kepada kita atas hasil ciptaan tangan Tuhan, maka kita sebagai manusia harus mengelola seisi dunia ini guna kemuliaan bagi Nama Tuhan. Pdt.Julianus Johan Ajomi, mengatakan bahwa Firman dihari ini mau mengajarkan kepada kita semua untuk lebih lagi dasyat memuliakan Nama Tuhan untuk mengelola segala sesuatu yang Tuhan percayakan kepada kita karena akan tiba waktunya Tuhan akan meminta pertanggung jawaban kepada kita semua, apakah kita semua sedah mengelola hasil ciptaan untuk memuliakan namaNya ataukah kita hanya hidup untuk barang dunia yang fana ini. (By. unteks)

 167 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 43 = 51