WASEK BP. AM SINODE GKI DI TANAH PAPUA “Pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus Sebagai Momentum untuk Melaksanakan Ibadah Yang Sejati

           gkiichtus.com, Minggu 11 Oktober 2020 Pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus, terjadi dalam tiga kali jam ibadah, subuh pukul, 05.00 WIT yang dilayani oleh : Pdt. F. Sumual, Ibadah Pagi pukul : 09.00 WIT yang dipimpin oleh Pdt. Julianus Johan Ajomi, S.Si. Teol. dan Ibadah Sore Pukul 18.00 WIT, yang dilayani oleh Wakil Sekretaris Sinode GKI Di Tanah Papua, Bapak Pdt. Syanur Abas, S.Th, M.Pd,  dalam Perenungan yang terdapat di dalam Kitab Mazmur 50 : 1-23 dengan sebuah tema yang berjudul : Ibadah Yang sejati,  yang disampaikan oleh Pdt. Syanur Abas, S.Th, M.Pd, : Penyanyi solo pertama di dalam Bait Allah adalah namanya Asaf, Mazmur menyampaikan bagaimana kita datang beribadah yang sejati, mazmur mengajarkan kita bagaimana kita memilih lagu-lagu yang awalnya Meng-AGUNGKAN Nama TUHAN, atas kebaikan dan kasih yang dinyatakan kepada kita umat-Nya, pemazmur mengajarkan bahwa : TUHAN yang kita sembah tidak membutuhkan korban persembahan, korban bakaran-Mu, tetapi yang TUHAN rindukan adalah kenapa kita datang sembahyang apakah karena senang saja? apakah karena takut kena corona? apakah karena susah saja k? kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya : TUHAN menjadi Tempat yang Pertama untuk dipuji-puji,  diAgung-Agungkan, Karena Kebesaran-Nya ditengah-tengah Persekutuan orang percaya.

Ibadah Persekutuan dimana dua atau tiga orang berkumpul : “Aku akan hadir. Ingatlah dan Kuduskan hari Sabat, mendasari semangat untuk memuji-muji Nama TUHAN. Sehingga PENTINGNYA MOTIVASI UNTUK DATANG BERIBADAH. Dalam Ibadah Minggu Sore, hadir ditengah-tengah jemaat salah satu Calon Bupati yang sering di sapa dengan Nama  Bapak  F. X. Mote, turut menikmati kebenaran Firman yang disampaikan oleh hamba-Nya. Sosok F.X. Mote yang tidak lagi asing lagi bagi GKI Di Tanah Papua, atas berbagai bukti-bukti tindakan iman yang telah dipersembahkan kepada GKI Di Tanah Papua, dengan memberikan bantuan-bantuan nyata sebagai Karateker di beberapa Kabupaten, telah menjadi catatan tersendiri bagi GKI Di Tanah Papua.

Bapak F.X. Mote   menyampaikan  : sebagaimana Firman “Ibadah Yang Sejati” mengaminkan Firman tersebut dengan sebuah Prinsip yang dipegangnya : 1. Waktu, waktu yang TUHAN berikan kepada kita melalui nafas hidup dan kesehatan hendaknya digunakan untuk hal-hal yang positif ataupun produktif. 2. Kerja. Hal-hal Positif dan Produktif yang kita kerjakan hari ini tentunya menjadi catatan sejarah bagi anak-cucu kita kedepan. 3. Sejarah. Sejarah yang hendak kita siapkan nantinya merupakan hasil kerja hari ini, dan sejarah hari ini merupakan hasil kerja tahun-tahun lampau, sebagai mana dalam Firman TUHAN : tentang Hal Tabur – Tuai.(By. papen)

 30 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 1 =