gkiichtus.com,- Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua yang di dalamnya adalah kita sebagai warga GKI yaitu orang-orang yang di pilih oleh Allah untuk menjadi anak-anaknya yang di kuduskan untuk menjalankan pekerjaan-Nya yang besar melalui Gereja-Nya sendiri. Gereja berdiri bukan atas kemauan seseorang atau sekelompok orang tetapi Gereja berdiri karena kemauan Tuhan Yesus Kristus (baca. Matius 16:18) dan “Kita” adalah alat di dalam tangan-Nya untuk bekarya bagi kemuliaan Nama-Nya. Untuk saat sekarang ini GKI Di Tanah Papua sedang berada di tengah pusaran globalisasi dan modernisasi serta realitas  perubahan yang begitu mempengaruhi proses pekerjaan  gereja yang berlangsung sepanjang waktu dan tempat yang kesemuanya turut menjadi bagian dari perjuangan dan pergumulan gereja untuk menciptakan eksistensi pelayanan lebih mengarah kepada jawaban atas kebutuhan-kebutuhan hidup kita sebagai warga gereja-Nya yang hidup dalam Iman serta berharap kepada Tuhan Yesus Kristus di dalam kasihnya dan konsekuensi dari globalisasi dan modernisasi disaat ini. Demikian sambutan Badan Pekerja Am Sinode GKI Di Tanah Papua yang dibacakan oleh Wakil Ketua Jemaat GKI Ichtus Siriwini Penatua Agustinus Woromboni.

Dalam sambutannya juga disampaikan bahwa di usia ke 64 tahun GKI Di Tanah Papua menjadi sebuah Sinode yang didalamnya ada Klasis dan jemaat telah melewati banyak fase gumul yang sangat besar dan berat namun karena gereja ini berdiri atas kemauanTuhan maka Tuhan jugalah yang memelihara dan memuntun kita semua melewati setiap beban pergumulan gereja ini. Situasi apa dan bagaimana yang dihadapi GKI Di Tanah Papua itu jugalah yang dihadapi di tanah Papua secara umum. Dimana-mana sejak awal GKI Di Tanah Papua berdiri dan Sinode sudah ada dalam arus Politik berbangsa dan bernegara. Hal ini menunjukan bahwa berdirinya GKI Di Tanah Papua bukan saja “buah” dari berita Injil tetapi lebih dari pada itu adalah Alat yang dipakai Tuhan untuk mengimplementasikan Injil melalui upaya menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Sehingga suka tidak suka GKI Di Tanah Papua harus berjuang atas nama Tuhan pendiri Gereja ini untuk turut serta menjaga dan mengawal Tanah Papua, Alam Papua dan Manusianya agar tetap berada dalam situasi yang Aman dan Damai. Demikian disampaikan Penatua Agustinus Woromboni dalam membacakan sambutan BP.Am Sinode GKI Di Tanah Papua. Hadir dalam pelaksanaan Perayaan Ibadah HUT GKI ke 64 tangal 26 Oktober 2020 yang dilaksanakan oleh Jemaat GKI Ichtus Siriwini Klasis Nabire yang pelaksanaan perayaannya di rayakan di tepian pesisir pantai Siriwini. Hadir dalam Perayaan HUT Ke 64 GKI Di Tanah Papua adalah :  BP. Am Wilayah V Sinode GKI Di Tanah Papua Pdt. Pabelius Manuaron,S.Th , Majelis Jemaat GKI Ichtus Siriwini, Warga Jemaat GKI Ichtus dan juga turut hadir dalam Ibadah ini yaitu :  Drs. F.X. Mote, M,Si.

Dalam wawancara kami dengan Drs.Fransiskus Xaferius Mote, M.Si tentang Pelaksanaan HUT GKI ke 64 yang dirayakan oleh jemaat GKI Ichtus,  dirinya  menyampaikan bahwa secara pribadi sangat merasa berbahagia dan bersyukur karena Tuhan masih terus memberikan kesempatan hidup bagi seluruh umat ciptaan-Nya diatas dunia ini terutama Jemaat besar GKI Di Tanah Papua dan terlebih khusus lagi Jemaat GKI Ichtus Siriwini yang ada di Klasis GKI Nabire yang mana telah melaksanakan dan merayakan HUT GKI yang ke 64 tahun dengan penuh semangat dan sukacita dengan mengangkat Tema “ Datanglah Kerajaan Mu (Matius 6:10a)

 

Selanjutnya Drs.F.X.Mote, M.Si,  sangat merasa terkesan karena Perayaan HUT GKI ke 64 ini,  dilaksanakan di alam terbuka sebagai ciptaan Tuhan yang sungguh luar biasa, kita dapat melihat sejauh mata memandang gugusan gunung dan tanjung serta lautan Saireri di tepian pesisir pantai siriwini sehingga seluruh warga Jemaat GKI yang hadir mengikuti ibadah perayaan sangat berantusias karena mendengarkan kebesaran Firman Tuhan yang telah disampaikan oleh Hambanya Pendeta Julianus Johan Ajomi, S.Si,Teol . Yaitu bagaimana menciptakan Damai Sejahtera di dunia ini karena kita semua adalah Utusan dan wakil Tuhan yang ada di dunia untuk menciptakan Kerajaan Allah yang ada di dunia. Oleh sebab itu Jemaat hari telah merayakan dengan penuh Suka Cita dan Meriah karena di dalam Ibadah ini juga di isi dengan berbagai lagu puji-pujian karena Tuhan Kita Yesus Kristus bertahta di atas puji-pujian sebab dimana ada puji-pujian di situ Allah kita hadir.

Dirinya juga menyampaikan Firman Tuhan yang telah disampaikan oleh Hambanya Pendeta Julianus Johan Ajomi, S.Si,Teol di hari ini sangat luar biasa bagi kita semua sebagai umat Tuhan dan dirinya juga mengatakan sebagai pribadi juga turut merasa bahagia karena boleh merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan pribadinya tetapi juga bagi seluruh warga GKI yang hadir pada saat ini juga boleh turut merasakan kehadiran Kuasa Tuhan.

 

Dikatakanya itu semua bisa kita rasakan dan lihat dengan berbagai persiapan dan pelaksanaan HUT ke 64  GKI Di Tanah Papua yang di isi dengan berbagai kegiatan bukan saja Ibadah tetapi ada juga berbagai kegiatan yang dibuat seperti Perayaan HUT GKI ke 64 dengan Pelaksanaan Pembakaran Lilin dan Pemotongan Kue Ulang Tahun GKI ke 64 tahun dan pemberian makan kue ulang tahun kepada perwakilan Jemaat tetapi juga  bagi anggota warga jemaat Ichtus yang berulang tahun tepat pada tanggal 26 Oktober 2020. Selain itu juga ada kegiatan Door Prize berhadiah dan juga ada Bazar yang dilaksanakan oleh warga jemaat dalam menunjang pelayanan di dalam jemaat Ichtus, dan ini semua tandanya bagaimana  kita menciptakan Damai Sejahtera kekeluargaan besar warga GKI yang ada di Klasis Nabire khususnya di Jemaat GKI Ichtus.

Akhir dari wawancara kami dengan Drs.F.X.Mote,M.Si, dirinya berharap bahwa dengan hadirnya Tuhan dalam kehidupan kita maka di Nabire ini akan tercipta kedamaian sehingga kedepan Pemimpin dan Pemerintahan yang akan terbentuk kedepan adalah wakil Tuhan ini sesuai dengan Firman Tuhan yang terdapat di dalam Kitab Roma 13, dirinya berharap Pemerintahan kedepan yang akan terbentuk adalah wakil Tuhan yang mampu menciptakan Nabire ini menjadi daerah yang Damai dan Sejahtera yang juga menjadi harapan dari seluruh umat manusia dan ini merupakan bukti dari kehadiran Tuhan di Dunia ini. Sehingga Tema Sentral yang diangkat oleh GKI Di Tanah Papua “Datanglah Kerajaan Mu” dapat terwujud. Sehingga Pemimpin kedepan dapat mencerminkan Kerajaan Allah didunia ini sebab Pemimpin kedepan merupakan wakil Allah yang ada di dunia.

Adapun Majelis yang bertugas pada HUT GKI ke 64 : ” Mc:  Penatua Yohan Siandei Marey,  Sambutan BP. Am Sinode GKI Di Tanah Papua Oleh :  Penatua Agustinus Woromboni, Pelayan Firman Tuhan :  Pendeta Julianus Johan Ajomi,S.Si,Teol, Pengantar Palayan Penatua Dorce Sampe, Lagu Pembukaan Penatua Rudi Kapitarauw, Tangguh : Syamas Meske Sake, Syamas Bernensi Boari, Penatua Florens Salmon Maniawasi, Penatua Herman Waromi, Penatua Marice Ayomi, Penatua Helena Wakman, Penatua Isack Wanarina, Penerima Jemaat : Syamas Welly Rahel Daik dan Syamas Lisbet Samber, Petugas Lonceng : Penatua Isack Rumatrai, Singers : Penatua Frits Benyamin Fonataba, Penatua Emi Weri & Syamas Paulina Pedai. (By.unteks)

 5 total views,  1 views today