KELOMPOK SEL PEMURIDAN

( “K S P ” TIGRIS” ) WIYK  II

 

  1. Pendahuluan

Kelompok Sel Pemuridan adalah bentuk pola pelayanan Gereja yang mempersempit Wilayah Pelayanan yang luas dan melibatkan seluruh anggota KSP. Pemahaman yang bertolak dari kebiasaan Ibadah Keluarga / Rumah Tangga dengan jumlah keluarga yang, banyak, turut mempengaruhi pola pengembangan KSP di Jemaat-Jemaat GKI. Disamping itu, pemahaman Majelis Jemaat (Pendeta, Guru Jemaat, Penatua dan Syamas) yang sangat terbatas tentang KSP, turut mempengaruhi pengembangan pola KSP di Jemaat-Jemaat GKI.

Oleh karena itu, kita perlu mempunyai pemahaman yang baik tentang Kelompok Sel Pemuridan di dalam GKI di Tanah Papua.

  1. Latar Belakang Theologis (Histori Theologi Alkitab)
  • Komunitas kecil 1 anak Yakub                  = komunitas Bangsa Israel.
  • Komunitas 12 Suku Israel                          = komunitas Umat Allah dalam PL.
  • Komunitas kecil 12 Murid Tuhan Yesus = Komunitas Pemuridan Jemaat PB.
  • Komunitas Jemaat rumah                         = komunitas Jemaat PB dalam Jemaat mula-mula.
  • Komunitas kecil kelompok sel                   = komunitas pemuridan berpola Jemaat mula-mula dalam                                                                                                   pembangunan, pembinaan, persektuan, kesaksian, pelayanan                                                                                           pengajaran  Iman.
  1. Pengertian
  • Sel                                           = komunitas kecil
  • Kelompok                              = Satuan, Kumpulan
  • Pemuridan                            = belajar menjadi Murid
  • Kelompok Sel Pemuridan  = satuan-satuan komunitas kecil dalam konteks keseluruhan satuan besar jumlah      Anggota Jemaat, yang bersama-sama dengan tekun dan dengan sehati belajar menjadi murid-murid Kristus dengan tujuan “Melakukan segala sesuatu yang diperintahkan Kristus”

     (Yesaya 8:16; 50:4-5; 54:13; Yohanes 8:31; 34-35; 15:1-8; Kis. 6:1-7; 11:22-26; 20-21,27-33)

  1. KSP Menurut Kesaksian Alkitab                                                                                                                                 
  2. Perjanjian lama
  • Kisah Penciptaan (Kejadian 1 : 26)

Alah bekerja dalam kelompok (Oikos). Allah memperkenalkan dirinya dalam bentuk Oikos yakni : Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus (Tri Tunggal Yang Esa). Dan Allah bekerja mulai dari Penciptaan, pemeliharaan sampai sekarang dalam bentuk Oikos. Inilah keteladanan kerja tim yang harus diikuti oleh Umat-Nya dalam mengerjakan Tugas-Nya.

  • Bangsa Israel

Umat pilihan Allah mulai berkembang dari sebuah keluarga kecil yaitu Yakub dan keluarganya. Dari kelompok kecil inilah Allah bekerja untuk memberikan hukum Allah yang menjadi pedoman Iman dan tata krama manusia, bahkan membawa berkat kekal bagi dunia melalui kelahiran Juruselamat Yesus Kristus dari keturunan mereka.

  • Telanda Musa (Keluaran 17 : 23 – 27

Allah menggerakkan Jitro untuk menunjukkan Pola Pendelegasian tugas ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil, demi efisiensi dan efektifitas kerja, demi mencapai hasil yang maksimal. Melalui pola ini, kita lihat bahwa Allah mau mendayagunakan setiap orang menurut karunianya.

  1. Perjanjian Baru
  • Telanda Yesus (Matius 10:1-4; 17:1-13; 26:36-46)

Tuhan Yesus dalam melaksanakan kehendak dari Allah Bapa telah menampilkan suatu strategi dan memberikan pola pelayanan bagi Gereja-Nya. Yesus berkhotbah kepada ribuan orang, menyembuhkan ratusan orang, melayani Nikodemus dan perempuan Samaria secara pribadi, tetapi Ia memfokuskan diri-Nya secara penuh untuk membina 12 orang yang akan meneruskan pekerjaan-Nya. Bahkan Yesus juga memiliki sebuah tim yang lebih kecil lagi (Petrus, Yohanes dan Yakobus) untuk mengungkapkan rahasia-rahasia Kemuliaan-Nya yang kemudian akan sangat mempengaruhi pelayanan mereka bagi Tuhan.

  • Telanda Gereja yang mula-mula (Kis. 2:46; 3:1-10; 12:1-19)

Dalam Kisah Rasul diperlihatkan bagaimana Jemaat mula-mula hidup di dalam kelompok-kelompok kecil di setiap rumah, dimana mereka berdoa, bernyanyi dan saling melayani satu dengan yang lain sebagai Saudara di dalam Tuhan.

  • Telanda Para Rasul

Dalam Kis. 13:1–3. Kita mendapati tim penginjil dan pembinaan yang diutus dari Yerusalem untuk menguatkan Jemaat di Antiokhia, para Rasul selalu bekerja dan melayani dalam kelompok-kelompok kecil, sehingga Injil Tuhan Yesus terus bertumbuh dan berkembang di Asian Kecil bahkan sebagian dari Wilayah Eropa.

  1. Keluarga Sebagai Jemaat Rumah dan Fungsinya

Sejarah pertumbuhan Jemaat mula-mula dalam PB, menjadi kesaksian bagi Gereja dan jemaat-jemaat di masa kini, tentang bagaimana anggota-anggota Jemaat yang berlatar belakang Yahudi dan bukan yahudi membangun persekutuan, kesaksian dan pelayanan Jemaat mula-mula dalam bentuk “Chaburach” yaitu jemaat-jemaat rumah. jemaat-jemaat rumah merupakan satuan-satuan komunitas kecil (Kelompo Sel) yang berfungsi dalam rangka pemberdayaan seluruh anggota jemaat mula-mula, untuk secara aktif terlibat dalam tugas Tri-Panggilan di jemaat, dan secara khusus pelayanan pewartaan injil dalam penjangkauan kepada sesama anggota jemaat (Pembinaan, Pengajaran dan pemberitaan Injil). Tetapi juga dalam rangkan penjangkauan keluar kepada anggota masyarakat luar (Pekabaran Injil Keluar).

Pola penataan hidup berjemaat melalui komunitas kecil berupa jemaat-jemaat rumah, merupakan refleksi dari respon iman yang meneladani pola hidup dan persekutuan serta pelayanan Tuhan Yesus bersama dengan murid-murid-Nya ketika masih hidup di Palestina.

Dalam Alkitab menyaksikan tentang bagaimana Jemaat/Umat Tuhan yang mengalami pertumbuhan Iman dengan pesan lewat penataan kesatuan besar umat/Jemaat Allah itu kedalam satuan-satuan (kelompok-kelompok sel) kecil yang dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang ditunjuk dari antara anggota-anggota Umat/Jemaat itu sendiri. (Band. BIl. 1:2,44:46; Bil. 26:1-2,51; Kel. 18:21; Markus 6:39-41; Kis. 1:15-26; Kis. 6:1-7,18:21)

Dalam Markus 6:30–40 dan Lukas 9:10–17, diungkapkan bahwa sebelum Tuhan Yesus memberikan makan kepada jumlah 5000, Tuhan menyuruh murid-murid-Nya untuk menata jumlah orang dalam kelompok-kelompok kecil agar lebih muda untuk dilayani (Kelompok 100 orang, 50 orang dsb.).

Demikianpun pertumbuhan yang terjadi dalam jemaat mula-mula di Yerusalem dalam pola yang serupa, dibagi-bagi dan ditata dalam kelompok-kelompok menjadi persekutuan  “jemaat rumah”, sehingga menumbuhkan pertumbuhan rohani yang amat cepat dan pesat.

  1. Tujuan Kelompok Sel Pemuridan
  • Jemaat sebagai keluarga Allah yang rohani dituntut untuk secara baru dalam pola persekutuan jemaat rumah membangun suatu kualitas persekutuan rohani di antara sesama sebagai suatu keluarga yang bertetangga (I Korintus 3:16-17; 6:9; II Korintus 6:16).
  • Di dalam dan melalui ibadah persekutuan KSP, setiap anggota tubuh Kristus berkesempatan untuk ikut serta berperan dalam memimpin pelayanan, Doa, Liturgi dan Pembacaan Firman, memimpin renungan, nyanyian, percakapan, diskusi dan lain-lain.
  • Oleh kuasa Firman dan Roh, terjadi proses belajar mengajar secara baru sebagai murid-murid Kristus, dengan mempersembahkan diri dan karunia-karunia rohani bagi pekerjaan pembangunan tubuh Kritus (Yohanes 15:1-8; Efesus 2:18-22).
  • KSP menggerakkan, memotivasi dan mendorong bertumbuhnya suatu gerakan pelayanan Imamat Am orang percaya di seluruh Jemaat. (merata, menyeluruh) bersuasana kebangunan rohani, yaitu dari dan oleh Imamat Am orang percaya. Suatu gerakan pelayanan simultan (bersama, serentak, dengan bersama-sama), merata dan menyeluruh yang terjadi dan berlangsung di bawah kuasa firman dan Roh Kudus yang datang dan bekerja diatas setiap orang.
  • KSP mengakibatkan terjadinya proses pelipat-gandaan calon-calon pelayan, pemimpin, kader Kristen dalam pelayanan hidup persekutuan, kesaksian dan pelayanan Jemaat.
  • Penjangkauan kedalam kepada seluruh keluarga-keluarga jemaat, dalam waktu relatif singkat dapat dilayani. Didalamnya sekaligus tercipta irama gerakan saling melayani dan dilayani, saling mengunjungi dan dikunjungi, saling memperhatikan dalam pelayanan kasih, saling menguatkan dan mendukung dalam iman.
  • Pemahaman sepihak dan berat sebelah tentang ber-Jemaat dan ber-Gereja dibalik tembok-tembok gedung gereja, hanya pada hari minggu mengalami pembaharuan dan titik balik melalui KSP berpola jemaat-jemaat rumah dalam PB (Perjanjian Baru) sehingga pemahaman bahwa jemaat/gereja itu berawal dan berbasis di dalam rumah dan keluarga-keluarga jemaat dihidupkan kembali.
  • Selain ber-KSP secara simultan, serentak dan menyeluruh, sekaligus bersama dengan itu seluruh jemaat bertumbuh dan menerima hidupnya dari “Manna Sorgawi” dan “Santapan Rohani” (5 ketut roti dan 2 ekor ikan) yang satu dan sama, berkat terlayaninya seluruh jemaat melalui pembacaan Firman Tuhan dan perenungan yang satu dan sama.
  • KSP menumbuh kembangkan irama gerak hidup jemaat missioner yang berhimpun dan menyebar, bersekutu, bersaksi, dan melayani dalam hidup berjemaat dan bermasyarakat sebagai murid-murid Kristus yang beriman.
  1. Kelompok Sel Pemuridan Dalam GKI Di Tanah Papua dan Peranannya                                                          
  2. Kelompok Sel Pemuridan Dalam GKI
  • Kelompok = Mengelompokkan keseluruhan satuan besar jumlah Anggota Jemaat kedalam komunitas-komunitas yang lebih kecil berbentuk kelompok-kelompok se-Jemaat (Kel. 18:13-21; Bil. 1:1-4, 44-46; Bil. 26:1-4,50-51; Markus 6:35-40; Lukas 9:12-15).
  • Sel = Sebagai komunitas terkecil dalm konteks berjemaat mengacu pada latar belakang historis yaitu : sejarah pertumbuhan dan perkembangan dalam jemaat mula-mula, khususnya latar belakang historis dari pertumbuhan dan perkembangan dari aspek-aspek :
  • Kualitas Persekutuan Rohani, kualitas Persekutuan Iman jemaat mula-mula.
  • Kualitas kesaksian Iman Jemaat mula-mula dalam penjangkauan kedalam diantara sesama sendiri dan penjangkauan keluar kepada sesama manusia.
  • Kualitas pelayanan kasih di antara sesama sendiri maupun kepada sesama manusia.
  • Kualitas saling membangun, saling membina.
  • Kualitas belajar mengajar menjadi murid-murid Kristus.
  • Pemuridan = yang menjadi aksentusi (penitik-beratan, pemfokusan, penekanan, pengutamaan) dan fokus (pementingan, penitik-beratan, menumbuhkan semangat, pemberian tekanan). Pemuridan bukanlah “Pemuridan dalam hal mengetahui; melainkan terutama : Pemuridan dalam hal melakukan” segala sesuatu yang diamanatkan Kristus kepada Jemaat-Nya.
  1. Penerapan KSP dalam GKI Di Tanah Papua
  • Penataan Jemaat kedalam Kelompok-Kelompok Sel.

Pola pelayanan KSP yang ditujukan kepada anggota Jemaat dalam kelompok kecil, bermaksud supaya seluruh anggota KSP dapat dilibatkan, terlibat dan aktif dalam kegiatan Ibadah-Ibadah.

  • Pengorganisasian pelayanan Kelompok-Kelompok Sel.

Dalam membentuk suatu KSP, hendaknya memperhatikan :

  • Jarak setiap keluarga yang berdekatan satu dengan yang lain.
  • Jumlah kepala keluarga adalah 15 – 20 Kepala keluarga. Jumlah 15 – 20 Kepala keluarga setiap KSP dimaksudkan supaya pembagian jumlah Ibadah dan keterlibatan setiap anggota Jemaat dalam KSP dapat berlangsung untuk semua keluarga.
  • Evaluasi keanggota KSP dapat dilakukan apabila jumlah keluarga semakin berkurang atau lebih, tidak berfungsi dalam melayani. Evaluasi tersebut dilakukan dalam Sidang Jemaat atau meghadapi pemilihan Majelsi Jemaat.
  • Merencanakan dan menerbitkan bahan-bahan, materi pelayanan kelompok-kelompok Sel.
  • Merencanakan pembimbingan dan persiapan pemimpin-pemimpin kelompok sel untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan Kelompok Sel.
  1. Materi dan Metode Pelayanan Firman Tuhan Dalam KSP

Dalam KSP dilaksanakan pola-pola pelayanan Ibadah yang dapat menimbulkan pertumbuhan Iman anggota Jemaat. Disamping itu, bentuk-bentuk Ibadah haruslah juga memperhatikan kondisi KSP. Pola peribadahan harus bervariasi sehingga dapat menimbulkan motivasi Anggota KSP untuk mengambil bagian dalam ibadah-ibadah KSP. Dimana bentuk liturgi dan pemberitaan Firman harus menjadi bagian yang penting dan perhatian pelayan.

Pola-pola pemberitaan Firman Tuhan adalah :

  • Renungan
  • Metode Persekutuan Pembaca Alkitab
  • Metode Penelaan Alkitab
  • Metode Diskusi
  • dsb,-                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Uraian Tugas Dalam Kelompok Sel Pemuridan (KSP)                                                                                                                                                                                                                                                                                    Tugas Koordinator KSP
  • Koordinator KSP adalah warga jemaat / majelis jemaat yang berada di wilayah pelayanan KSP tersebut yang berfungsi sebagai penanggung jawab dan dibantu oleh anggota majelis di KSP tersebut.
  • Masa kerja Koordinator KSP dijabat dalam kurun waktu 5 tahun.
  • Mengkoordinir ibadah-ibadah KSP dan kegiatan-kegiatan lainnya dengan melibatkan anggota-anggota KSP.
  • Menyusun jadwal ibadah KSP lewat koordinasi dengan Urusan Pembinaan Jemaat dan meminta petunjuk dari pelayan Firman. Dengan melibatkan setiap anggota KSP dalam jadwal pelayanan secara merata.
  • Menghubungkan tempat ibadah dan pelayan Firman.
  • Menghubungi pelayan Ibadah untuk menghadiri Sharing pembacaan Alkitab.
  • Mengumpulkan dan mencatat derma ibadah dan selanjutnya disetor ke bendahara Jemaat.
  • Mengumpulkan, mencatat dan mengelolah (Kotak, pundi diakonia/dan usaha-usaha lain) di dalam KSP dan membuat laporan secara triwulan kepada Anggota KSP dan tembusan kepada Majelis Jemaat.
  • Membagikan dan mengumpulkan derma tetap, pembangunan setiap bulan serta aksi-aksi lainnya.
  • Mengkoordinir ibadah-ibadah lainnya yang terjadi di dalam KSP sesuai dengan tugas-tigas Majelis Jemaat.
  • Mengunjungi orang sakit di KSP bersama dengan anggota KSP lainnya dan selanjutnya menyampaikan kepada urusan Diakonia dan Pelayan Jemaat.
  • Koordinator KSP bersama Majelis lainnya dapat melaksanakan Rapat Evaluasi di dalam KSP dengan jangka waktu 2x (dua kali) Setahun atau Sewaktu-waktu.
  1. Tugas Anggota KSP
  • Mengambil bagian dalam setiap kegiatan KSP dan Jemaat.
  • Menerima tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh Koordinator KSP ataupun Majelis Jemaat.
  1. Penutup

Demikian penyampaian kami, semoga tulisan ini dapat menjadi berkat bagi setiap orang yang dipanggil oleh Tuhan untuk bekerja dan berubah di dalam persekutuan, pelayanan dan kesaksian GEREJA KRISTEN INJILI DI TANAH PAPUA.

DATA BASE  “KSP TIGRIS”

PER ~ JUNI 2020

  1. DAFTAR NAMA NAMA KELUARGA
  1. Keluarga :        U.  N. Rumadas / Wartanoi
  • Untung Rumadas.                                  Jayapura, 24 Desember 1979.           ( Suami / Menikah )
  • Noyana Wartanoi.                                  Nabire, 13 Desember 1979.                ( Istri / Menikah )
  • Gloria Naomi Rawiani Rumadas.        Nabire, 22 November 2010.              ( Anak  Kandung )
  • Jordan Bimaroa Rumadas.                   Nabire, 01 September 2015.               ( Anak  Kandung )

 

  1. Keluarga :      F.   P. Bundah / Marey
  • Fredi Bundah….. (Suami/Menikah)
  • Paulina Marey….(Istri/Menikah)
  • ………………….(Anak Kandung)

 

  1. Keluarga :        V.  N. Wartanoi / Wenggi
  • Victor Wartanoi. FakFak, 02 September 1972. (Suami/Menikah)
  • Nova Wenggi (Istri/Menikah)
  • Samuel Gustaf Wartanoi Nabire, 07 November 2008 (Anak Kandung)
  • Ichtus Wartanoi Nabire, …………………… (Anak Kandung)

 

  1. Keluarga :         Mama Janda Elsi Waromi/Wartanoi
  2. Keluarga :         Hermes Wartanoi
  3. Keluarga :         Mus Mulyadi
  4. Keluarga :         Helena Rumatrai
  5. Keluarga :         Hugo Rumatrai
  6. Keluarga :         Petrus Aronggear
  7. Keluarga :         Rudolf Rumatrai
  8. Keluarga :         Nataniel Rumatrai
  9. Keluarga :         Oktovianus Wanenda
  10. Keluarga :         Gideon Fonataba
  11. Keluarga :         Monalisa Rumatrai
  12. Keluarga :         Chundrat Fonataba
  13. Kelaurga :         Tonny Maniawasi
  14. Keluarga :         Florens Maniawasi
  15. Keluarga :         Semuel Maniawasi
  16. Keluarga :         Fictor Rumparmpam
  17. Keluarga :         Loudwik Samon
  18. Keluarga :         Yan Piet Sayori
  19. Kelaurga :         Marlens Kakomba
  20. Keluarga :         Fredrik Musendi
  21. Keluarga :         Benny Londok
  22. Keluarga : David Mokodaser
  23. Keluarga : Simon Waiki
  24. Keluarga : Benyamin Airori                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          DATA WARGA

 

  • JUMLAH KK :  27 KK
  • PKB :  25 Orang
  • PW :  27 Orang
  • PAM :  17 Orang
  • PAR: :  60 Orang
  • JUMLAH ANGGOTA WARGA “KSP TIGRIS” : 129 JIWA

  

STATUS PELAYANAN

        BABTIS

  • SUDAH :
  • BELUM                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        SIDI
  • SUDAH :
  • BELUM :                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        NIKAH
  • SUDAH :
  • BELUM :

 

DATA PENDIDIKAN

  • PAUD / TK                        :
  • SD                                        :
  • SMP                                     :
  • SMA                                     :
  • PERGURUAN TINGGI  :          

 

DATA PEGAWAI

  • PNS / ASN                  :
  • POLRI                          :
  • TNI                                :
  • PEGAWAI BUMN    :
  • PEGAWAI BUMD    :
  • SWASTA                     :

GOLONGAN DARAH

DARAH  A          :

DARAH  AB       :

DARAH  B          :

DARAH  O          :

 

SK. PELANTIKAN PENGURUS KSP

Nomor : 01 / A-5.1.21 / G- 13 / III / 2017

TENTANG :

PENGANGKATAN DAN PENGESAHAN STRUKTUR DAN KOMPOSISI PENGURUS

KSP I SAMPAI DENGAN XI JEMAAT GKI ICHTUS SIRIWINI

PERIODE 2017 – 2022

MAJELIS JEMAAT GKI ICHTUS SIRIWINI – NABIRE

 

Menimbang: 1.    Bahwa Demi Peningkatan dan Pengembangan Pelayanan Gereja yang berkesinambungan bagi Jemaat dan mendorong Jemaat untuk bertumbuh, berkembang dalam Persekutuan Kesaksian dan Pelayanan, maka perlu diangkat dan ditetapkan Struktur dan Komposisi Pengurus KSP I sampai dengan XI Di Jemaat GKI ICHTUS SIRIWINI Periode Tahun 2017 – 2022, untuk melaksanakan Kepemimpinan dan Pelayanan terhadap Jemaat.
 2.    Bahwa dengan Pengangkatan dan Pengesahaan Struktur dan Komposisi  Pengurus KSP  I sampai dengan XI pada Jemaat GKI ICHTUS SIRIWINI Periode Tahun 2017 – 2022, maka perlu diatur dan ditetapkan dalam suatu Surat Keputusan Majelis Jemaat GKI ICHTUS SIRIWINI.

 

Mengingat:1.    Tata Gereja – Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua Tahun 1956, yang menglami perubahan keenam kalinya pada Sidang Sinode XIV di Sorong tahun 2000, Bab II Pasal 7, 8 Bab IV Pasal 9, 10, 11, 12, dan Bab IX Pasal 27.

2.    Peraturan tentang Jemaat, Klasis dan Sinode GKI Di Tanah Papua Bab I Pasal 1, 2, dan Bab II Pasal 11.

3.    Peraturan Tentang Struktur Organisasi GKI Di Tanah Papua Bab II Pasal 11 dan 13 Bab III Pasal 26.

 

Memperhatikan:1.    Hasil Keputusan Sidang Jemaat ke-XVIII GKI ICHTUS SIRIWINI Tanggal 9 – 10 Februari     Tahun 2017

2.    Hasil Rapat Majelis Jemaat GKI ICHTUS SIRIWINI Pada Biston Hari Sabtu 4 Maret 2017

3.    Hasil Pemilihan Pengurus mulai dari KSP I sampai dengan KSP XI Di Jemaat GKI ICHTUS SIRIWINI.

 

M  E  M  U  T  U  S  K  A  N

Menetapkan:

 

PERTAMA:Bahwa Terhitung Mulai Tanggal, 19 Maret 2017, Mengangkat dan Mengesahkan Struktur dan Komposisi Pengurus KSP mulai dari KSP I sampai dengan KSP XI, Jemaat GKI ICHTUS SIRIWINI Periode 2017 – 2022, sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan ini.
KEDUA:Mengamanatkan kepada seluruh Pengurus KSP mulai dari KSP I sampai dengan KSP XI, Jemaat GKI ICHTUS SIRIWINI Periode 2017 – 2022, Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab sebagaimana di atur dalam Tata Gereja GKI Di Tanah Papua, serta Peraturan – Peraturan lainnya yang telah dinyatakan dalam DIKTUM “Mengingat” diatas guna Kelancaran Penatalayanan di dalam Jemaat  GKI ICHTUS SIRIWINI.
KETIGA :Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dengan ketentuan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya, apabila terdapat kekeliruan di dalam Surat keputusan ini.

 

                        Ditetapkan      :   Di Nabire

                        Pada Tanggal  :  19 Maret 2017

 

MAJELIS  JEMAAT 

GKI  ICHTUS  SIRIWINI – NABIRE

KETUA,

 

 

Pdt. MEREL M. LAWALATA, S.Th

SEKRETARIS,

 

 

Pnt. UNTUNG RUMADAS, ST

 

Lampiran Surat Keputusan

Nomor     :   01 / A-5.1.21 / G-13 / III / 2017

Tentang :   PENGANGKATAN DAN PENGESAHAN STRUKTUR DAN KOMPOSISI

          PENGURUS KSP I SAMPAI DENGAN  XI  DI JEMAAT GKI ICHTUS SIRIWINI PERIODE 2017 – 2022.

 

“PENGURUS KSP “TIGRIS ” WILAYAH PELAYANAN WIYK II (DUA)

JEMAAT GKI ICHTUS SIRIWINI”

 

KOORDINATOR UMUM / KETUA   : HENNY SAWAKA

SEKERTARIS                                         : NOYANA WARTANOI

BENDAHARA                                        : KRISTINA YOAFIFI

ANGGOTA 1.                                          : FAREND WARTANOI

ANGGOTA 2.                                         : FIKTOR RUMPARMPAM

 

 

 58 total views,  1 views today