SEJARAH DAN PERKEMBANGAN JEMAAT GKI ICHTUS SIRIWINI ~ NABIRE

 

I.   ASAL USUL NAMA SIRIWINI DAN WARGA MASYARAKAT YANG PERTAMA.

Sebelum kita melihat sejarah dan perkembangan pelayanan Jemaat GKI Ichtus Siriwini, ada baiknya kita melihat asal mula terbentuknya Kampung Siriwini dengan berbagai komunitas masyarakatnya.

Asal mula pemberian nama Siriwini untuk wilayah yang didiami saat ini, berasal dari sejenis pohon yang tumbuh di tepi pantai, yang dalam bahasa Napan di sebut dengan sebutan “Wenanggia”. Karena pohon Siriwini banyak tumbuh di muara Kali / Sungai, maka kali itu di namakan “Kali Siriwini”, sebagai cikal bakal nama “Kampung Siriwini.”

Menurut penuturan Gr. Gustaf Adolof Wartanoi, Kali Siriwini adalah sebuah kali yang merupakan tempat persinggahan yang aman dan strategis bagi masyarakat etnis Wenanggia dan Moor ketika mereka mengadakan perjalanan ke kampung-kampung bagian barat untuk mengunjungi keluarga dan keperluan lainnya. Selain tempat persinggahan tersebut ada tempat-tempat lainnya yang dipakai sebagai tempat persinggahan seperti :” Rawawudo, Sawado, Burate, Kimi, dan Sanoba.

Pada Tahun 1966 tepatnya tanggal 17 Oktober 1966,. IbuKota Kabupaten Paniai di pindahkan dari Enarotali ke Nabire oleh Bupati Pertama Kabupaten Paniai “Ajun Komisaris Besar Polisi DRS. Soerojo Tanojo, SH.” Konsekuensi dari pemindahan pusat penyelenggaraan pemerintahan ke Nabire berakibat kepada di lakukannya relokasi penduduk yang mendiami Wilayah Kali Oyehe dan sekitarnya. Adapun masyarakat yang mendiami sekitar Kali Oyehe adalah  “ Masyarakat dari Sima, Kwatisore, Yaur, Goni, Moor, Mambor-Hariti dan Sebagian Masyarakat Ansus, Ambai dan Biak.”

Masyarakat Yaur, Sima, Kwatisore dan sebagian Masyarakat Biak mereka mengungsi ke Wilayah sebelah barat Nabire, di sekitar Kalibobo dan membuka Wiayah tersebut dan menamai Wilayah tersebut sama dengan Nama Kalinya yaitu : “Kampung Kalibobo.” Masyarakat Moor dan Goni mereka bergeser di sekitar Kali Nabire sekarang dan mereka menamai Wilayah tersebut dengan Nama “MORGO” (Singkatan dari : “ Moor-Goni”). Sedangkan masyarakat Mambor-Hariti, Napan, Masipawa, Makimi, Ansus, Ambai, Waropen dan sebagian Masyarakat Moor mereka berpindah ke Wilayah sebelah Timur tepatnya di sekitar “Kali Nabarua, Kali Smoker, Kali Siriwini dan Sanoba. Mereka mendiami sepanjang pesisir pantai di Wilayah Timur Nabire.

Keluarga-keluarga yang ikut mengungsi ke Wilayah Timur dan mendiami di sepanjang pesisir Pantai Nabarua, Smoker, Siriwini dan Sanoba adalah : “ Arnold Nanti; Yoel Musendi; Terianus Misiro; Barent Rumatrai; Levinus Wabes; Yosias Aronggear; Yoel Wally; Thoncy Sueny; Yairus Paprindei; Martinus Erari; Janda P. Sayori; Titus Imbiri; Thopilus Yoweni; Efradus Ruatakurey; Simon Pedai, Nikolas Wanarina; Michael Sawaka; Hugo Womas; Yulius Sorbu; Pieter Wartanoi;  Menase Rumatrai; Chundrat Rumatrai, Hans Saman; Yustinus Menase Hawar; Yosias Raubaba; Kaleb Maniamboi; Marinus dan Alex Bonay; Piet Hein Sembor; Thonce Marey; Adolof Waiki; Laurens Maniawasi; Anton Samber; Benoni Imbiri; Soleman Worabay; Armelius Aronggear; S.P Cawen; Yonas Erari; Marthen Tawaru; Michael Kayoi; Yoel Senandi; dan Keluarga Lainnya.

Dari keluarga-keluarga inilah Siriwini yang sejak itu Hutan belukar di buka oleh mereka dan mereka menempati setiap lahan yang telah di buka sebagai tempat tinggal tetapi juga sebagai tempat bercocok tanam. Namun karena tuntutan keadaan pada waktu itu, maka sekarang ini banyak lahan garapan mereka yang telah berpindah tangan kepada orang lain.

II.  TERBENTUKNYA PERSEKUTUAN JEMAAT MULA-MULA.

Seperti telah di ceritakan diatas, bahwa alasan relokasi penduduk yang tinggal di sekitar Kali Oyehe kerena daerah tersebut akan di jadikan sebagai Pusat Penyelenggaraan Pemerintahan. Keluarga-keluarga yang pindah dan menetap serta menempati sepanjang pesisir Pantai Nabarua Tanjung, Smoker, Siriwini, Kalli Mangga dan Sanoba sebagai mana yang telah di sebut diatas. Sebagai mana keluarga-keluarga yang pada saat itu telah mengaku dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus mempunyai kerinduan untuk beribadah kepada Tuhan dalam suatu persekutuan. Kerinduan ini timbul karena ketika mereka berada di tempat tinggal yang baru belum ada tempat Ibadah yang dapat di pergunakan sebagai tempat untuk Persekutuan, pada hal selama ini mereka semua terdaftar sebagai “Anggota Jemaat GKI Tabernakel Oyehe”.

Untuk tidak terlalu lama vakum dalam Persekutuan dan menyadari bahwa menjaga pertumbuhan Iman itu sangat penting, maka kira-kira pada tahun 1972 – 1975, Keluarga-keluarga tersebut sepakat untuk membentuk suatu Persekutuan. Menurut penuturan Bapak Michael Sawaka, “Persekutuan atau Ibadah yang pertama dilakukan di rumahnya. Kebetulan Bapak Thonce Marey adalah seorang Guru Injil, maka beliau di percaya untuk memimpin dan melayani persekutuan tersebut. Karena belum adanya suatu tempat Ibadah yang permanen, maka Ibadah-Ibadah yang di lakukan, baik Ibadah Hari Minggu maupun Ibadah-Ibadah lainnya di lakukan dari rumah ke rumah dilakukan secara bergiliran. Pada waktu itu karena selitnya komunikasi serta sarana jalan yang belum ada maka pelayanan Ibadah di bagi menjadi 4 (Empat) Kelompok Pelayanan yang di sesuaikan dengan Lokasi tempat tinggal Yaitu : Lokasi Nabarua Tanjung, Lokasi Smoker-Siriwini, Lokasi kali Mangga dan Lokasi Pelayanan Sanoba. Dari pembagian kelompok Pelayanan Jemaat mula-mula tersebut maka oleh Klasis GKI pada saat itu membentuk Cabang Kebaktian (Kalau sekarang di sebut Pos Pekabaran Injil) dari Jemaat Induk GKI Talitakumi Oyehe ( sekarang GKI Tabernakel Oyehe). Dengan terbentuknya Cabang Kebaktian tersebut Klasis  GKI secara resmi menunjuk dan memberi tanggung jawab kepada “Guru Injil Thonce Marey” untuk mengatur Pelayanan bagi umat Tuhan.

Menyadari bahwa tanggung jawab yang di berikan untuk  mengatur Pelayanan Persekutuan di Cabang Kebaktian yang telah di bentuk membutuhkan kerelaan dan pengorbanan serta tenaga dan waktu, Guru Injil Thonce Marey mengambil inisiatif untuk mengangkat beberapa orang dalam membantu Pelayanan Persekutuan. Meraka yang di angkat pada waktu itu :

  1. Michael Sawaka     (Syamas)
  2. Nikolas Wanarina (Penatua)
  3. Utrech Marey  (Penatua)

Pada akhir tahun 1975 Pelayanan Persekutuan semakin teratur dan terprogram. Menyadari bahwa sangat tidak mungkin Pelyanan Persekutuan harus terus dilakukan dari satu rumah ke rumah yang lain, maka melalui suatu kesepakatan diantara keluarga-keluarga di putuskan untuk membangun suatu Rumah Ibadah secara Darurat / Sederhana, agar dapat di pergunakan sebagai tempat Ibadah yang permanen. Dengan keterbatasan alat-alat perkakas bangunan, keluarga-keluarga mulai menyediakan Kayu Buah, Dinding Papan yang mereka harus cincang, Atap Daun Nipa / Daun Bobo dan Bangkunya dari Para-Para Kayu Buah. Mereka bekerja dengan penuh semangat dan suka cita karena kerinduan akan sebuah tempat Ibadah yang memadai dan dapat menanpung mereka semua untuk Beribadah. Bangunan darurat itu di bangun di atas tanah garapan milik Keluarga Thonce Marey. Lokasi bangunan Ibadah yang Pertama saat ini Lokasi tersebut di antara Rumah Keluarga T.H. Marani ( Kompleks Ambai). Dengan berdirnya bangunan Ibadah Darurat ( Kenapa di sebut bangunan darurat : Karena Jemaat pada saat itu mempunya keinginan untuk memiliki suatu Gedung Ibadah yang permanen dan di bangun diatas tanah yang juga milik Gereja), maka Pelayanan semakin baik dan berkembang sehingga membutuhkan lagi tenaga Pelayan. Mereka yang di angkat untuk abatan Penatua dan Syamas / Syamaset adalah :

  1. P. Cawen   (Penatua / Pembantu Pelayan)
  2. Aronggear   (Penatua)
  3. M. Hawar    (Penatua)
  4. Michael Kayoi   (Penatua)
  5. Kaleb Maniamboi   (Syamas)
  6. Yoel Wally   (Syamas)
  7. Yulianus Kayoi   (Syamas)
  8. Yemi F. Danomira   (Syamas)
  9. Agustina Sembor   (Syamas)
  • III.   DARI CABANG KEBAKTIAN MININGKAT MENJADI BAKAL JEMAAT.

Pada tahun 1976 – 1980 terjadi pemindahan penduduk secara besar-besaran kea rah Timur Nabire. Pemindahan ini dilakukan karena Pemerintah Daerah akan melakukan Pembangunan Kota Nabire yang di mulai dari Oyehe. Keluarga-Keluarga yang menempati pesisir Pantai Oyehe lebih memilih pindah ke Nabarua, Smoker, Siriwini, Kali Mangga dan Sanoba dari pada menempati Lokasi / Kapling yang telah disediakan dan ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Akibat perpindahan tersebut maka Daerah pesisir Smoker sampai Sanoba mulai di padati oleh penduduk.

Untuk membuka akses jalan kearah Timur Nabire, Masyarakat membuat jalan setapak secara swadaya walaupun masih tetap melewati sungai Smoker, Siriwini, Kali Mangga dan Sanoba. Selama ini untuk menuju kearah timur Nabire, masyarakat melewati jalur pantai dan jalur ini agak sulit karena pada saat pasang surut baru bisa  untuk dilewati.

Perpidahan penduduk ini juga berimbas kepada bertambahnya jumah anggota Persekutuan sehingga Pelayanan lebih ditingkatkan. Karena jumlah Anggota Jemaat semakin banyak maka Jemaat Siriwini ditingkatkan dari “Cabang Kebaktian” menjadi “Bakal Jemaat” Melalui Sidang Klasis GKI Paniai pada tahun :……………….. “ Kemudian pada tahun 1979 “ tepatnya pada “Sidang Klasis GKI Ke – III di Mambor, Bakal Jemaat Siriwini di Tetapkan menjadi Jemaat Penuh / Dewasa. Kemudian Pada tanggal 01 Mei 1980, “Melalui SK Badan Pekerja Klasis GKI dengan Nomor : “012 / A-IV .006 / 80. “ Mengangkat dan Menempatkan Bapak Gustaf Adolof Wartanoi Sebagai Guru Jemaat / Pelayan Sabda di Jemaat Siriwini. Beliau pada pertengahan tahun 1976 pindah dari SGB YPK FakFak ke SMP Negeri Nabire dan beliau di minta secara lisan oleh Guru Inji Tonce Marey untuk membantu  Melayani Jemaat Siriwini pada waktu itu sampai beliau di angkat menjadi Guru Jemaat.

Setelah ditetapkan sebagai Jemaat Penuh dengan Wilayah Pelayanan yang cukup Luas, maka di buka Cabang-Cabang Kebaktian Baru, yaitu Cabang Kebaktian Sanoba Pantai (Sekarang menjadi Jemaat GKI Paulus Sanoba), Cabang Kebaktian Asrama Kodim (Sekarang menjadi Jemaat GKI Bethania ASDIM Siriwini).

Sebagai Pelaku Sejarah berdirinya Jemaat Mula-Mula di lokasi Pemukiman di pesisir Pantai Smoker, Siriwini dan sekitarnya, Bapak Thonce Marey telah melakukan banyak hal dalam Pelayanan untuk Kemuliaan Nama Tuhan Yesus Kristus dan tidak seorang pun yang dapat Membantah apa yang sudah beliau buat untuk Sejarah Jemaat GKI Ichtus Siriwini. Beliau Meninggal pada Bulan September 1980 karena menderita Sakit.

IV.   IMPIAN MEMBANGUN RUMAH TUHAN DAN ARTI NAMA “ICHTUS”.

Perkembangan Pelayanan Jemaat Siriwini berjalan sangat cepat dan jumlah Anggota Jemaat terus bertambah. Hal ini membuat Anggota Jemaat bersama Guru Injil Thonce Marey mempunyai kerinduan untuk membangun suatu tempat Ibadah sehingga Pelayanan lebih terfokus dan tidak dilakukan lagi dari satu rumah ke rumah yang lain. Menurut Bapak Yull Marey “ Pada Minggu I (Pertama) Bulan November 1974 atas kesepakatan Anggota Jemaat dan Guru Injil Thonce Marey Seusai Ibadah di rumah Keluarga M. Sawaka dan N. Wanarina, maka Bapak Thonce Marey mengijinkan Tanah Garapannya untuk di Pakai Guna Membangun Gedung Ibadah Darurat (Lokasi ini sekarang di tempati oleh Keluarga Y. Singgamui). 1 (Satu) Tahun kemuadian setelah pembangunan Gedung Ibadah darurat selesai dibangun dengan swadaya Anggota Jemaat maka pada  tanggal 24 November 1975 dilakukan Doa Syukur dan Ibadah Pertama.

Sambil tetap Beribadah di bangunan darurat, anggota Jemaat masih terus merindukan tempat Ibadah yang permanen. Kerinduan tersebut akhirnya di tuangkan di dalam SK. Majelis Jemaat Nomor : “ 07 / SK / S / II / 1977, tanggal 10 Februari 1977 “ Tentang : Pembentukan Panitia Pembangunan Gedung Gereja Baru Jemaat Siriwini. Dengan Susunan Kepanitaan sebagai Berikut :

Pelindung / Penasihat : Guru Injil Thonce Marey & P.H.Sembor

Ketua                               : Utrech Marey

Wakil Ketua                   : Yan Sembor

Sekertaris                       : Yull Marey

Wakil Sekertari             : Abraham Worisio

Bendahara                     : Ny. Yemmi F. Danomira

Seksi- Seksi :

Seksi Usaha Dana        : Kaleb maniamboi

Seksi Pembangunan   : Yos Aronggear

Seksi Pembantu Umum  : M. Rumatrai

Ketika Panitia Pembangunan Gedung Gereja Baru Terbentuk, maka Lokasi / Tanah untuk pembangunan menjadi pergumulan Anggota Jemaat dengan Panitia Pembangunan. Dari pergumulan tersebut, kemudian Tuhan buka jalan, yaitu Pemerintah Daerah mengambil kebijakan untuk membagi atau mengkapling tanah dan di berikan kepada setiap Kepala-Kepala Keluarga, Luasnnya Tanah  Kapling yang di berikan sebesar 50 X 50 M2.

Pergumulan tersebut berlanjut karena walaupun setiap Anggota Jemaat telah di berikan Tanah namun tidak serta merta tanah tersebut bisa di lepas untuk di pakai bagi kepentingan umum secara khusus di pergunakan untuk kepentingan Gereja. Namun kembali Tuhan buka jalan di mana lewat tuntutan Kuasa Roh Kudus dapat menggugah Hati Guru Injil Thonce Marey dan Keluarganya sehingga mereka menyerahkan Tanah Kapling Keluarga yang berasal dari Pemerintah kepada Pihak Gereja untuk dapat di pakai sebagai Lokasi mendirikan Pembangunan Gedung Gereja Baru. Penyerahan Tanah ini, Keluarga tidak meminta Kompensasi apapun, Terpujilah Nama-Mu Tuhan. Hanya Tuhanlah yang dapat membalas setiap kita yang mau Melayani Dia dengan segala yang kita miliki.

Setelah tanah telah di peroleh, perencanaan Pembangunan di susun dan di siapkan. Berdasarkan  hasil kesepakatan bersama, maka Peletakan Batu Pertama sebagai tanda di mulainya  dilaksanakan” pada tanggal 08 Agustus 1978, yang di tandai dengan memasukan / menguburkan sejumlah Uang Loga di tiang Utama tepat pada Jam 24 : 00 WIT oleh Pelayan, Majelis dan Panitia, yang hadir pada saat itu antara lain : “ Bapak M. Sawaka, Bapak N. Wanarina dan Bapak Utrech Marey sebagai Ketua Panitia (Ini menurut Penuturan Bapak Yull Marey). Menurut Bapak Michel Sawaka Peletakan Batu Pertama pada tanggal 09 September 1978.

Membangun Gedung Gereja atau Tempat Beribadah membutuhkan kebersamaan, kesabaran tetapi juga tantangan dan hambatan. Hal ini juga menimpa Jemaat Siriwini sementara Pembangunan sedang berjalan, terjadi perdepatan dan perpecahan di tengah-tengah Jemaat. Perdebatan ini antara Pihak Bapak Gustaf Adolof Wartanoi dengan pihak Guru Injil Thonce Marey. Kedua pihak ini mempunyai pendapat berbeda dan masing-masing mempertahankan pendapatnya sehingga susah untuk mendapatkan kata sepakat. Menurut catatan Bapak Gustaf Adolof Wartanoi, “Pada tanggal 15 Juli 1979 setelah memimpin Ibadah Minggu Pagi Beliau memerintahkan Anggota Jemaat untuk membongkar Gedung Gereja Darurat kemudian membawa Papan serta balok-balok dan membangun Gedung Gereja di lokasi yang telah diberikan oleh Keluarga Guru injil Thonce Marey. Namun Menurut catatan Bapak Yull Marey “ pada tanggal 21 April 1981 di lakukan Ibadah Pertama kali di Gedung Gereja yang bangnannya belum rampung.

Walaupun ada perdebatan bahkan perpecahan di dalam Jemaat Siriwini pada waktu itu, Pembangunan Gedung Geeja  dapat di rampung dan di selesaikan. Bangunan tersebut berbentuk setengah permanen. Bangunan Gedung Gereja ini berdiri dan Melayani Persekutuan Jemaat Siriwini seama kurang lebih 30 Tahun. Pada Tahun 2007, : tepatnya pada tanggal 30 Oktober  2007, Gedung Gereja ini di bongkar dan diletakan Batu Pertama di lokasi Bangunan Gereja ini sebagai tanda dimulainya Pembangunan Gedung gereja yang Baru dan lebih besar sehingga dapat menampung seluruh Anggota Jemaat untuk Beribadah. Ini di lakukan karena perkembangan Pelayanan di Jemaat Siriwini sangat pesat dan jumlah Anggota Jemaat juga bertambah banyak dari waktu ke waktu. Pembangunan Gedung Gereja Baru Jemaat GKI Ichtus Siriwini telah selesai dan siap untuk di resmikan serta di tabiskan pada tanggal 18 Juni 2009.

Setelah Jemaat Siriwini telah Beribadah di Gedung Gereja yang Baru, Bapak “Gustaf Adolof Wartanoi”  Kemudian Menamai Jemaat Siriwini dengan Nama : “ICHTUS.”  Sehingga pada saat itulah Jemaat Siriwini berubah Nama menjadi “ Jemaat ICHTUS SIRIWINI” sampai dengan saat ini. Pemberian nama ini, pada awalnya di perdebatkan diantara Anggota Majelis karena nama ini kedengarannya sangat asing, namun lewat pemahaman dan penjelasan dari Bapak Gustaf Adolof Wartanoi, maka semua Majelis dan Anggota Jemaat dapat menerimanya.

ICHTUS adalah : “ Nama sebuah Kapal Zending Gerevormeerder Kerken (ZGK) Yaitu sebuah Nama Kapal milik Zending (ZGK) di daerah Penginjilan di Boven Digul “Pos Penginjilan Tanah Merah Boven Digul. Kebetulan Bapak Gustaf Adolof Wartanoi adalah salah satu siswa yang di persiapkan menjadi Guru  dan  Pemimpin Gereja yang beraliran Calvanis. Sekolah ini dikelola oleh ZGK. Pemberian Nama ini dengan Pemahaman bahwa Anggota Jemaat Siriwini pada umumnya adalah Berprofesi sebagai Nelayan dan Gedung Gereja juga berada di tepi  Pantai sehingga “ICHTUS” di lambangkan dengan 2 (Dua) Ekor Ikan dan 5 (Lima) Ketul Roti.

V.   PERIODE PERKEMBANGAN MAJELIS JEMAAT.

Siapa yang disebut sebagai Majelis jemaat..??? majelis jemaat adalah badan pelayan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan dalam suatu jemaat. Majelis jemaat terdiri dari  pelayan firman, para penatua dan syamas. Mereka dipilih dan mereka dipanggil dari antara anggota sidi jemaat untuk membantu pelayan firman (Pendeta, Guru Jemaat dan Guru Injil). Tetapi juga untuk pekerjaan yang indah yakni pelayanan Gereja Tuhan / jemaat Tuhan. Untuk itu mereka dituntut dan dimintakan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Timotius untuk menjadi orang-orang yang dapat diteladani dan dicontohi dalam kehidupan mereka  (I Tim. 3:1-10). Sehingga Majelis Jemaat mempunyai hubungan yang erat dengan tugas dan tanggung jawab yang diembannya.

Majelis Jemaat terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara dan anggota-anggota.Secara bersama-sama anggota majelis jemaat menjalankan tugas pimpinan, pembinaan dan penggembalaan atas seluruh jemaat.

Di bawah ini adalah Periode Keanggotaan Majelis Jemaat, Mulai dari Cabang Kebaktian sampai dengan saat ini.

A.  Cabang Kebaktian (Periode 1972 – 1973)

  1. Thonce Marey (Guru Injil)
  2. Michel Sawaka (Syamas)
  3. Nikolas Wanarina (Penatua)
  4. Utrech Marey (Penatua)

Kemudian pada tahun 1973 – 1975 “ dilakukan Penambahan Anggota Majelis Jemaat untuk mendukung dan membantu Pelayanan dengan susunan keanggotaan sebagai berikut :

  1. Thonce Marey (Guru Injil)
  2. Nikolas Wanarina (Penatua)
  3. Michel Sawaka (Penatua)
  4. Yustinus Menase Hawar (Penatua)
  5. Yoel Wally (Syamas)
  6. Yulianus Kayoi (Syamas)
  7. Yemmi F. Danomira (Syamaset)
  8. Agustina Sembor (Syamaset)

B.  Bakal Jemaat (Majelis Jemaat “Periode 1975 – 1977”)

  1. Thonce Marey                    (Guru Injil – Ketua Jemaat)
  2. Menase Rumatrai             (Penatua – Wakil Ketua Jemaat)
  3. Yustinus Menase Hawar (Penatua – Sekertaris Jemaat)
  4. Nikolas Wanarina             (Penatua – Wakil Sekertaris Jemaat)
  5. Yemmi F. Danomira         (Syamaset – Bendahara Jemaat)
  6. Yulianus Kayoi                  (Syamas)
  7. Michel Sawaka                  (Syamas)
  8. Agustina Sembor              (Syamaset)
  9. Utrech Marey                    (Penatua)
  10. Michel                                 (Penatua)

C.  Jemaat Dewasa (Majelis Jemaat “Periode  1977 – 1981”)

  1. Thonce Marey             (Guru Injil – Ketua Jemaat)
  2. P. Cawen                      (Penatua – Wakil Ketua Jemaat)
  3. Yustinus Menase Hawar   (Penatua – Sekertaris Jemaat)
  4. Armelius Aronggear          (Penatua – Wakil Sekertaris Jemaat)
  5. Steven Tawaru                    (Syamas – Bendahara Jemaat)                       
  6. Jeheskiel Nuburi                (Penatua)
  7. Michel Sawaka                    (Syamas)
  8. Apsalom Raweyai               (Penatua)
  9. Kaleb Maniamboi               (Syamas)
  10. Yulianus Kayoi                    (Syamas)
  11. Yemmi F. Danomira           (Syamaset)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         D.   Jemaat Dewasa (Majelis Jemaat “Periode 1981 – 1983”)
  12. Gustaf Adolof Wartanoi (Guru Jemaat – Ketua Jemaat)
  13. P. Cawen                           (Penatua – Wakil Ketua Jemaat)
  14. Benoni Imbiri                  (Penatua – Sekertaris Jemaat)
  15. Wem Sembor                   (Penatua –Wakil Sekertaris Jemaat)
  16. Steven Tawaru                 (Syamas – Bendahara Jemaat)                       
  17. Jeheskiel Nuburi             (Penatua)
  18. Michel Sawaka                 (Syamas)
  19. Simbiak                             (Penatua)
  20. Ronsumbre                       (Syamas)
  21. Yohanis Samai                 (Syamas)
  22. Barmince Wartanoi        (Syamaset)
  23. Bosayor                              (Syamaset)
  24. Kowi / Misiro                   (Syamaset)

E.   Jemaat Dewasa (Majelis Jemaat  “Periode  1983 – 1986”)

  1. Jeheskiel Nuburi      (Penatua – Ketua Jemaat)
  2. Chundrat Rumatrai (Penatua – Wakil Ketua Jemaat)
  3. Benoni Imbiri           (Penatua – Sekertaris Jemaat )
  4. Ronsumbre                (Penatua – Wakil Sekertaris Jemaat)
  5. P. Cawen                    (Syamas  – Bendahara Jemaat)
  6. Yohanis Samai          (Penatua
  7. Nikolas Wanarina    (Syamas)
  8. Rumatrai                    (Syamas)
  9. Yulius Sorbu              (Syamas)
  10. Maryen                        (Syamas)
  11. Leonard Mandosir   (Penatua)
  12. Jamboane                  (Penatua)
  13. Rumaseb                    (Penatua)
  14. Barmince Wartanoi (Syamaset)
  15. Klasjok                       (Syamaset)
  16. Ulim                           (Syamaset)
  17. Mahuse                      (Syamaset)
  18. Torobi                         (Syamaset)

Jumlah Anggota Majelis Jemaat Pada Periode ini cukup banyak karena pada saat itu telah di bangun Asrama Kodim 1705 di Siriwini, sehingga Pelayanan dalam Jemaat semakin luas dan meningkat.

F.   Jemaat Dewasa (Majelis Jemaat “Periode  1986 – 1989”)

  1. Nikolas Wanarina    (Penatua – Ketua Jemaat)
  2. Chundrat Rumatrai (Penatua – Wakil  Ketua Jemaat)
  3. Yeninar                      (Penatua – Sekertaris Jemaat)
  4. Thesia                        (Penatua – Wakil Sekertaris Jemaat)
  5. Yan Luwunaung       (Syamas – Bendahara Jemaat)
  6. Michel Sawaka    (Syamas)
  7. Jeheskiel Nuburi  (Penatua)
  8. Maurids Wonggor  (Penatua)
  9. Benoni Imbiri    (Penatua)
  10. Berend Rumatrai  (Syamas)
  11. Ronsumbre   (Penatua)
  12. Yohanis Samai    (Syamas)
  13. Laurens Maniawasi (Syamas)
  14. Leonard Mandosir  (Penatua)
  15. Barmince Wartanoi (Syamaset)
  16. Warai    (Syamaset)
  17. Rori       (Syamaset)
  18. Mandowen  (Guru Jemaat)

G.   Jemaat Dewasa (Majelis Jemaat “Periode  1989 – 1993”)

  1. Markus Sawo              (Guru Jemaat – Ketua Jemaat)
  2. Chundrat Rumatrai  (Penatua – Wakil Ketua Jemaat)
  3. Otniel Imbiri              (Penatua – Sekertaris Jemaat)
  4. Philep Korisano         (Penatua – Wakil Sekertaris Jemaat)
  5. Jokbet Iji Wafon        (Syamaset – Bendahara Jemaat)
  6. Jeheskiel Nuburi (Syamas)
  7. G. L. Misiro (Penatua)
  8. Josepus Yordan Waiki  (Penatua)
  9. Gerson Jitmau    (Penatua)
  10. Elisa Runggaweri (Penatua)
  11. Ronsumbre (Penatua)
  12. Nikolas Wanarina (Syamas)
  13. Laurens Maniawasi (Syamas)
  14. Berend Rumatrai (Penatua)
  15. Benoni Imbiri   (Penatua)
  16. Wongger   (Penatua)
  17. Refasi / Nanthi  (Syamaset)
  18. Levina Sayori  (Syamaset)
  19. Manuaron / Raraawi (Syamaset)
  20. Reri  (Syamaset)

H.   Jemaat Dewasa (Majelis Jemaat “Periode  1993 – 1997”)

  1. Markus D. Sawo (Guru Jemaat – Ketua Jemaat)
  2. G. L. Misiro         (Penatua – Wakil Ketua Jemaat)
  3. Philep Korisano (Penatua – Sekertaris Jemaat)
  4. Mesakh Leonard Hawar   (Penatua – Wakil Sekertaris Jemaat)
  5. John Sidobo   (Syamas – Bendahara Jemaat)
  6. Sostenis Wondumi (Penatua)
  7. Maurids Wonggor (Penatua)
  8. Josepus Yordan Waiki  (Penatua)
  9. A. Mandabayan (Penatua)
  10. Herman Waromi (Syamas)
  11. Marthen Momot (Penatua)
  12. Welem Reri (Syamas)
  13. Zeth Yumama (Guru Jemaat)
  14. E. Paparang. (Syamaset)
  15. Kawerang.    (Syamaset)
  16. Martina Insyur Boseren (Syamaset)
  17. Dorce Deda  (Syamaset)
  18. Koibur (Syamaset)
  19. Agustina Imbiri (Syamaset)
  20. Kamudi (Syamaset)
  21. Yoweni. (Syamaset)

I.   Jemaat Dewasa (Majelis Jemaat “Periode  1997 – 2001”)

  1. Jeheskiel Nuburi    (Penatua – Ketua Jemaat)
  2. Thesia       (Penatua – Wakil Ketua Jemaat)
  3. Soleman Manai   (Penatua – Sekertaris Jemaat)
  4. Yunus Raru   (Penatua – Wakil Sekertaris Jemaat)
  5. E. Paparang / Tobing   (Syamaset – Bendahara Jemaat)
  6. Marten Sremere (Penatua)
  7. Sostenes L. Wondumi (Penatua)
  8. Lodwik Aronggear (Syamas)
  9. Dorce Sampe (Syamaset)
  10. Martina Insyur Boseren (Syamaset)
  11. Helena Manuaron (Syamaset)
  12. Tersia Satia (Syamaset)
  13. Lenora Arwakom (Syamaset)
  14. Bleskadit / Jitmau (Syamaset)
  15. Lisbet Rumbewas (Syamaset)

J.   Jemaat Dewasa (Majelis Jemaat “Periode  2002 –  2007”)

  1. Silla. N. Wakman        (Pendeta – Ketua Jemaat)
  2. Yulius Marey     (Penatua – Wakil Ketua Jemaat)
  3. Abner Rumatrai    (Penatua – Sekertaris Jemaat)
  4. Frence The Papara    (Penatua – Wakil Sekertaris Jemaat)
  5. F. Weyai    (Syamas – Bendahara Jemaat)
  6. Thesia (Syamas)
  7. Pice Fredrik Wanggai (Penatua)
  8. Marten Momot (Penatua)
  9. Mambo Misiro (Penatua)
  10. Esau Sorbu (Penatua)
  11. Korinus Hora (Penatua)
  12. Selpanus Taran (Syamas)
  13. Markus Samber (Syamas)
  14. Y. Nanthi Saroi (Syamaset)
  15. Ani Rumatrai (Syamaset)
  16. Nestin Luwunaung   (Syamaset)
  17. Koneng / Lahimade  (Syamaset)
  18. Pontikus Maniawasi  (Syamas)
  19. Yustinus Singgamui  (Penatua)
  20. Welem Kowi (Syamas)

Kemudian Pada Tahun 2004 – 2005, Diangkatlah beberapa orang Anggota majelis Jemaat untuk membantu Pelayanan dalam Jemaat. Hal ini dalakukan karena Jumlah Anggota Jemaat yang semakin bertambah dan Frekuensi Pelayanan juga semakin Meningkat. Adapun Anggota Jemaat yang diangkat pada waktu itu sebagai Majelis Jemaat adalah :

  1. Yosepus Yordan Waiki (Penatua)
  2. Agustinus Woromboni (Penatua)
  3. Jehud Fonataba  (Penatua)
  4. Y. Mamoribo (Syamaset)
  5. Agustina K. Imbiri (Syamaset)
  6. Kirihio / Marey (Syamaset)
  7. Hengki Goo (Penatua)
  8. Markus Matheos (Penatua)
  9. Marselus Sawaka (Penatua)
  10. Dina Tompoh (Syamaset)
  11. Hubertina Bebari (Penatua)
  12. Aposina Yoweni (Syamaset)
  13. Pelae (Syamaset)
  14. Marice Korwa (Syamaset)
  15. Sarah Theos (Syamaset)
  16. Maria Santi (Syamaset)

K.   Jemaat Dewasa (Majelis Jemaat “Periode  2007 – 2012”)

  1. Silla N. Wakman   (Pendeta – Ketua Jemaat)
  2. Marten Momot    (Penatua – Wakil Ketua Jemaat)
  3. Hengki Goo      (Penatua – Sekertaris Jemaat)
  4. Agustinus Woromboni    (Penatua – Wakil Sekertaris Jemaat)
  5. Sarah Theos    (Syamaset – Bendahara Jemaat)
  6. Pice Fredrik Wanggai (Penatua)
  7. Frence The Papara (Penatua)
  8. Mambo Misiro (Penatua)
  9. Korinus Hora (Penatua)
  10. Marselus Sawaka (Penatua)
  11. Selpanus Taran (Syamas)
  12. Yosepus Yordan Waiki (Penatua)
  13. Jehud Fonataba                  (Penatua)
  14. Pieter Tonny Maniawasi (Penatua)
  15. Ani Rumatrai (Syamaset)
  16. Y. Mamoribo (Syamaset)
  17. Agustina Imbiri (Syamaset)
  18. Kirihio / Marey (Syamaset)
  19. Hubertina Bebari (Penatua)
  20. Aposina Yoweni (Syamaset)
  21. Marice Korwa  (Syamaset)
  22. Maria Santi   (Syamaset)

L.   Jemaat Dewasa (Majelis Jemaat “Periode 2012 – 2016”)

  1. Abriyani Ngangangor (Pendeta – Ketua Jemaat)
  2. Melkianus Wanaha (Penatua – Wakil Ketua Jemaat)
  3. Ayub Victor Misiro (Penatua – Sekertaris Jemaat)
  4. Korneles Raru         (Penatua – Wakil Sekertaris Jemaat)
  5. Yetni Suryati Rembet (Syamas – Bendahara Jemaat)
  6. Helena Wakman (Syamas – Bendahara Barang)
  7. Florens Maniawasi (Penatua)
  8. Dorce Sampe (Penatua)
  9. Yulina Furima (Syamas)
  10. Zed Imbiri (Penatua)
  11. Hubert Wartanoi (Penatua)
  12. Pieter Toni Maniawasi (Penatua)
  13. Dolly Deliana Wartanoi (Penatua)
  14. Bernensi Boari (Syamas)
  15. Yuliana Rumatrai (Syamas)
  16. Herman Waromi (Penatua)
  17. Yehuda Mambraku (Syamas)
  18. Wales Takahendangen (Syamas)
  19. Niko Kowi (Penatua)
  20. Hengky Raraawi (Penatua)
  21. Lisbet Remok Samber (Syamas)
  22. Rudi Mesakh Kapitarauw (Syamas)
  23. Reinold Rudolf Rumatrai (Syamas)
  24. Marlina Homer (Syamas)
  25. Karel Iboy (Syamas)
  26. Bergita Korisano (Syamas)
  27. Isack Wanarina (Syamas)
  28. Maria Wanarina (Syamas)
  29. Isack Rumatrai (Penatua)
  30. Hendrik Woromboni (Penatua)
  31. Fransina Sayori (Alm) (Syamas)
  32. Aleda Nanthi (Alm) (Syamas)
  33. Thesia Satya (Penatua)
  34. Marthina Sayori (Penatua)
  35. Siti Sembalia (Syamas)
  36. Siti Arwam (Penatua)
  37. Fince Noriwari (Penatua)
  38. Ronald Tanamal (Penatua)
  39. Derek Sesa (Penatua)
  40. Nesti Luwunaung (Penatua)
  41. Yulius Nikanor Iboy (Penatua)
  42. Paulina Sarah Pedai. (Syamas)

Dalam kepemimpinan Majelis Jemaat Periode 2012 – 2016 juga telah terjadi Pergantian dan Serah Terima Jabatan dari Pendeta Abriyani Ngangangor, S.Si (Sebagai Ketua Jemaat GKI Ichtus yang Lama) Kepada Pendeta Merel Milian Lawalata, S.Th (Sebagai Ketua Jemaat GKI Ichtus yang Baru). Serah Terima Jabatan ini terjadi di Tahun 2015.

M.  Jemaat Dewasa ( Majelis Jemaat “Periode 2017 – 2022” )

Majelis Jemaat GKI ICHTUS Siriwini Periode 2017 – 2022 di singkat : “(M’J  1722)”  di teguhkan dalam Jabatan Penatua dan Syamas  oleh Badan Pekerja Klasis GKI Paniai Pada Hari Minggu, Tanggal 20 November 2016 dengan Surat Keputusan Badan Pekerja Klasis GKI Paniai Nomor : “ 031/G-12.1a/XI/2016. Sementara Pengangkatan dan Pengesahan Struktur dan Komposisi Majelis Jemaat GKI ICHTUS Siriwini dilakukan pada Hari Minggu, 05 Maret 2017 Oleh Badan Pekerja Klasis GKI Nabire dengan Nomor SK : 004/G-12.1a/III/2017. Adapun Struktur dan Komposisinya sebagai Berikut :

  1. Merel Milian Lawalata, S.Th (Pendeta – Ketua Majelis Jemaat)
  2. Agustinus Woromboni            (Penatua – Wakil Ketua Majelis Jemaat)
  3. Untung Rumadas                      (Penatua – Sekertaris Majelis Jemaat)
  4. Dorce Sampe                              (Penatua – Wakil Sekertaris Majelis Jemaat)
  5. Yetni Suryati Rembet              (Syamas – Bendahara Majelis Jemaat)
  6. Meske Sake                                       (Syamas –  Bendahara Barang)
  7. Yohan G.O. S. Marey                      (Penatua – Koordinator Urusan P. I)
  8. Zed Imbiri ( Alm) (Penatua)
  9. Ayub Victor Misiro (Penatua)
  10. Helena Wakman (Penatua)
  11. Isak Sam Rumatrai (Penatua)
  12. Marice Ayomi (Penatua)
  13. Paulina Sarah Pedai (Syamas)
  14. Federika Marey                                (Penatua)  -Koordinator Urusan P. J
  15. Florens salmon maniawasi            (Penatua)  -Pendamping Unsur PKB
  16. Isack Samuel Wanarina                 (Penatua)
  17. Hubertina Bebari                             (Penatua)  -Pendamping Unsur PW
  18. Emi Weri                                           (Penatua)  -Pendamping Unsur PAM
  19. Hengky Raraawi                               (Penatua)  -Pendamping Unsur PAR
  20. Bernensi Boari (Syamas)
  21. Reinord Rudolf Rumatrai             (Penatua)  – Koordinator Urusan Ekubang
  22. Herman Waromi (Penatua)
  23. Hans Rudi Mesak kapitarauw (Penatua)
  24. Yulius Nikanor Iboy (Penatua)
  25. Adrianus Andreas Wondiwoi (Syamas)
  26. Frits Benyamin Fonataba (Syamas)
  27. Yatty Yenni Lombogia (Syamas)
  28. Daniel Rumaropen (Syamas)
  29. Lisber Remok Samber                      (Syamas)  – Koordinator Urusan Diakonia
  30. Edward Melkianus Kabiai (Syamas)
  31. Korina Asaribab (Syamas)
  32. Yulina Furuma (Syamas)
  33. Orpa Wabiser (Syamas)
  34. Welly Rahel Daik (Syamas)
  35. Nurlina Paulina Maniagasi (Syamas)
  36. Marice Korwa (Alm) : Syamas)                       

N.   Jemaat Dewasa       ( Majelis Jemaat “Periode 2022 – 2027” )

 

VI.   PENETAPAN HARI JADI JEMAAT DAN HARI PEKABARAN INJIL. 

Walaupun terjadi perdebatan pendapat tentang Tanggal Penetapan Jemaat sebagai Jemaat Dewasa namun pada akhirnya dapat disepakati secara kebersamaan antara kedua pihak yang berselisih paham, yaitu Bapak Guru Gustaf Adolof Wartanoi dan Bapak Yulius Marey. Selisih pendapat ini mulai pada saat Anggota Majelis berusaha  untuk mencari tahu apakah Jemaat GKI ICHTUS Siriwini Telah ditahbiskan sebagai Jemaat Dewasa atau Belum. Atas dasar itulah Majelis Merekomendasikan Pembentukan Tim Pencari Fakta Berdirinya Jemaat GKI ICHTUS Siriwini pada Tahun 2004 “yang di Ketuai oleh Bapak Yulius Marey.

Namun Lewat Sidang Jemaat Ke Sidang Jemaat, Penetapan Tanggal berdirinya Jemaat yang telah di Rekomendasikan oleh Tim Pencari Fakta belum dapat diakomodir. Tanggal yang di rekomendasikan mendapat tantangan dari Bapak Guru Gustaf Adolof Wartanoi, Memang harus diakui bahwa Tanggal Berdirinya Jemaat yang di Rekomendasikan oleh Tim yaitu :” Pada Tanggal 08 Agustus 1978 tidak mempunyai bukti Otentik (Tertulis) dan data tersebut hanya berdasarkan Cerita dari Pelaku Sejarah. Begitupun dengan Tanggal yang di ajukan oleh Bapak Guru Gustaf Adolof Wartanoi, Walaupun ada Bukti secara tertulis berupa Surat Keputusan (SK) Pengakatan beliau menjadi “Guru Jemaat Pada Tanggal 10 April 1980 sebagai tindak lanjut dari Sidang Ke – III Klasis GKI Paniai di Mambor pada tanggal 08 – 14 Juli 1979. Menurut Bapak Guru Gustaf Adolof Wartanoi bahwa Pada Sidang Ke – III Klasis Paniai di Mambor inilah “Jemaat Siriwini di tetapkan sebagai Jemaat Dewasa.”

Semua data –data tersebut menjadi mentah kembali karena tidak ada dukungan data dari Pihak klasis.  Klasis GKI Paniai tidak mempunyai Arsip Tentang tanggal Penetapan dan Pentahbisan Jemaat. Menurut Tata Gereja, Suatu Jemaat apabila menjadi Jemaat Dewasa maka Jemaat tersebut harus di tetapkan dalam Sidang Klasis dan Selanjutnya Jemaat Tersebut di Tahbiskan melalui suatu Ibadah Pentahbisan.

Melihat semua ini mentah kembali, maka pada Sidang Ke- X (Sepeuluh) Jemaat GKI ICHTUS Siriwini yang dlaksanakan Pada Tanggal 26 Maret 2009, Maka Majelis Jemaat Mengambil Inisiatif untuk menawarkan Solusi / Opsi bagi kedua pihak  ( Bapak Yuliaus Marey dan Bapak Guru Gustaf Adolof Wartanoi) Sehingga Tanggal Penetapan Jemaat dapat diterima dan disahkan sebagai “Hari Jadi Gereja. Opsi tersebut adalah :” Sebagai Hari Jemaat dengan pertimbangan bahwa untuk :” Tanggal 01 April 1980 sebagai Hari Jadi berdirinya Jemaat dan Tanggal 08 Agustus 1978 sebagai Hari Pekabaran Injil Jemaat. Ketika Opsi ini disampaikan maka kedua pihak dapat menerimanya. Hasil Sidang Ke – X (Sepuluh) Jemaat GKI ICHTUS Siriwini pada tanggal 26 Maret 2009 Merupakan suatu Sidang yang Bersejarah dan patut untuk dicatat di dalam lembaran Sejarah Panjang Jemaat GKI ICHTUS Siriwini.  Karena lewat Sidang ini Penetapan Hari Jadi dan Pekabaran Injil Jemaat GKI ICHTUS Siriwini di tetapkan. Semoga apa yang telah di tetapkan secara bersama-sama dalam suasana Persekutuan dan Persaudaraan di dalam “TUHAN YESUS KRISTUS” dapat kita jaga sampai yang berhak untuk menentukan yang benar dan salah itu datang kembali.

VII. LAHIRNYA BEBERAPA JEMAAT.

Sebagai Jemaat Dewasa yang mempunyai Wilayah Pelayanan yang sangat  Luas hingga  meliputi  Wilayah Sanoba. Oleh karena begitu  luasnya Wilayah Pelayanan dan tersebarnya Anggota Warga Jemaat yang jarak ruahnya agak jauh, maka atas Kesepakatan bersama di bukalah  Cabang-Cabang Kebaktian dan akhirnya menjadi Jemaat  Dewasa. Cabang-Cabang Kebaktian Tersebut Adalah :

  1. Jemaat GKI Paulus Sanoba Pantai ; dari di bentuk sebagai Cabang Kebaktian kemudian menjadi Bakal Jemaat dan pada akhirnya “di Tetapkan sebagai Jemaat Dewasa pada Sidang Ke -V Klasis GKI Paniai di Jemaat Maranatha Malompo.
  2. Jemaat GKI Efata Sanoba Dalam, Dari cabang Kebaktian di lokasi Pemecah Batu Tapioka berkembang dan bertumbuh menuju Bakal Jemaat dan pada akhirnya “di tetapkan Menjadi Jemaat Dewasa Pada Sidang Ke-VI Klasis GKI Paniai di Jemaat Akudiomi Kampung Kwatisore. Ada cerita kenapa sampai Jemaat ini terbentu, Menurut Bapak Yulius Marey, ada sekitar 89 kepala keluarga yang bermukim di lokasi pemecah batu Milik PT. Melati. Pemerintah Daerah pada waktu itu menjanjikan kepada keluarga-keluarga ini untuk memindahkan mereka ke lokasi yang lebih layak, apabila mereka dapat memenangkan GOLKAR pada Pemulu Tahun 1982. Syarat ini di penuhi oleh mereka dan Pemerintah daerah harus memenuhi janjinya. Kemudia Camat Nabire diberi Tugas dan tanggung jawab untuk mencari lokasi tanah untuk memindahkan keluarga-keluarga ini. Karena agak susah mencari lokasi yang tepat, maka Camat memanggil Kepala Desa Siriwini untuk mencari solusi masalah ini, pada tanggal 27 Agustus 1982, Kepala Desa Siriwini (Waktu itu dijabat oleh Bapak Yulius Marey) bersama beberapa staf kecamatan Nabire mengantakan 89 KK kea rah Timur Siriwini melalui jalan Samabusa. Setelah tiba di lokasi tanah yang ada sekarang,, mulai dilakukan pematokan pilar pertama setelah 100 Meter dari pinggir sungai dan dibebaskan. Kemudian menarik meter lagi sampai patok kedua seluas 200 Meter, lalu membuka lokasi tersebut kearah dalam sejauh 500 Meter yang selanjutnya dilakukan penebangan dan lahan tersebut di pakai sebagai tempat tinggal serta lahan garapan sampai saat ini. Demikian Pemukiman Sanoba Dalam dan Jemaat GKI Efata Sanoba terbentuk.
  3. Jemaat GKI Betania ASDIM Siriwini, Menurut Cerita bahwa setelah dibangunya Asrama sekalian tempat Ibadah bagi Anggota TNI  yang bertugas di Komando Distrik Militer 1705 Paniai (KODIM 1705 / Paniai) maka dengan sendirinya bertumbuh dan berkembang Pelayanan di komunitas Asrama itu sehingga dilakukan pembentukan Cabang Kebaktian dan dilanjutkan Pembentukan Bakal Jemaat serta pada akhirnya  “di tetapkan menjadi Jemaat Dewasa pada Sidang Ke – VIII Klasis GKI Paniai Di Jemaat GKI Silo Kalibobo yang berlangsung dari tanggal 07 – 13 April 1989. Kemudian Ibadah Pentahbisannya dilakukan Pada Tanggal 06 Agustus 1989 oleh Badan Pekerja Klasis GKI Paniai, Mereka yang hadir pada waktu itu adalah Guru Jemaat P. Danomira (Alm); Gru Jemaat M.D, Sawo (Alm) dan Pendeta S.P.Wospakrik.

VIII.   ORGANISASI & PENGARSIPAN

Majelis Jemaat GKI ICHTUS Siriwini Periode 2017 ~ 2022, Diteguhkan dalam Jabatan “PENATUA dan SYAMAS” oleh Badan Pekerja Klasis GKI Paniai Pada Hari Minggu, Tanggal 20 November 2016 dengan Surat Keputusan Badan Pekerja Klasis  Nomor :” 031 / G – 12. 1a / XI / 2016. Sementara pengangkatan dan Pengesahan Struktur dan Komposisi Majelis Jemaat GKI ICHTUS Siriwini Periode 2017 ~ 2022 dilakukan pada Hari Minggu, Tanggal 05 Maret 2017 oleh Badan Pekerja Klasis GKI Nabire sebelumnya Paniai dengan Surat Keputusan Badan Pekerja Klasis Nomor :” 004/ G-12.1a/III/2017 . Dengan Periode bekerja atau melayani sejak tanggal ditetapkan sampai dengan bulan Maret Tahun 2022.

Pelantikan Badan Pelayan Unsur-Unsur Periode 2017 ~ 2022 di dalam Jemaat GKI Ichtus Siriwini Yaitu : “ BP. Unsur PKB, BP. Unsur PW, BP.Unsur PAM & BP. Unsur PAR, semuanya dilantik secara Kolektif oleh Majelis Jemaat Periode 2017 ~ 2022 pada Hari Minggu, Tanggal 26 Maret 2017 dengan Surat Keputusan Majelis Jemaat Nomor : “ 02/A-5.1.21/G-12.1.b/III/2017. Dengan Periode bekerja atau Melayani sejak tanggal ditetapkan sampai dengan bulan Maret tahun 2022. Adapun susunan pengurus dan sturktur sesuai dengan SK terlampir sebagai berikut :

Lampiran Surat Keputusan

Nomor       :    02 / A-5.1.21 / G-12.1.b /III / 2017

Tentang     :    Pengangkatan Dan Pengesahan Struktur Dan Komposisi Badan Pelayan  Unsur PAR, PAM, PKB Dan PW . Di Jemaat Gki Ichtus Siriwini Periode 2017 – 2022.

BADAN PELAYAN UNSUR PERSEKUTUAN ANAK DAN REMAJA (PAR)

Ketua                          : Piwen Marey

Wakil Ketua               : Dian Wabes

Sekertaris                  : Agustina Y. Kaiwai

WeSek                        : Inri Wanma

Bendahara                 : Henny Sawaka

KOORDINATOR KELAS

Kelas Remaja             :  Eliseba  Maria Sitaniapessy

Kelas Tangguh          :  Agustina Imbiri

Kelas Anak                 :  Kristin Yoafifi

KOORDINATOR KELOMPOK

Kelompok                  I    : Yanus Rumaropen

Kelompok                  II  : Olivia Korwa

Kelompok                  III : Kristin Yoafifi

Kelompok                  IV : Harry Jacob Maidepa

BADAN PELAYAN UNSUR PERSEKUTUAN ANAK MUDA (PAM)

Ketua                   : Elkana Misiro (Lama)  / Yonas Marey (Baru)

Wakil Ketua        : Yosina Eldomina Rumaropen (Lama)  / Baldus Saroi (Baru)

Sekretaris           : John Ami Florens Maniawasi (Lama) / Steven Mambraku (Baru)

Wakil Sekretaris : Steven Mambraku (Lama) / Rohama Maniawasi (Baru)

Bendahara          : Kristine Widya Sujana (Lama) / Deivi Kaihube (Baru)

SEKSI KEROHANIAN

  1. Michela Fiona Taran (Koordinator)

SEKSI DIAKONIA

  1. Meilani Marlin Saroy (Koordinator)

SEKSI PENDIDIKAN

  1. Edy Alfred Manufandu (Koordinator)

SEKSI REKREASI, OLAHRAGA DAN KESENIAN

  1. Samuel Alfa Smyth Samber (Koordinator)

BADAN PELAYAN UNSUR PERSEKUTUAN KAUM BAPAK (PKB)

Ketua                   : Amandus Ayer

Wakil Ketua        : Yunus Raru

Sekretaris           : Hengki Goo

Wakil Sekretaris : Soni Rumaropen

Bendahara          : Salomo Theo Mofu

SEKSI KEROHANIAN

  1. Oktovianus Aronggear (Koordinator)

SEKSI DIAKONIA

  1. Marthen Serewi (Koordinator)

SEKSI PENDIDIKAN

  1. Jack Nuburi (Koordinator)

SEKSI REKREASIOLAHRAGA DAN KESENIAN

  1. Semuel Maniawasi (Koordinator)

BADAN PELAYAN UNSUR PERSEKUTUAN WANITA (PW)

Ketua                      : Beata Ngamelubun

Wakil Ketua          : Rosalina Suruan

Sekretaris              : Amellia Marey

Wakil Sekretari    : Ariance Vaensri Waiki

Bendahara             : Yudelvis Ester Momot

SEKSI KEROHANIAN

  1. Lusi Rumi (Koordinator)

SEKSI DIAKONIA

  1. Anny Satia (Koordinator)

SEKSI PENDIDIKAN

  1. Orpa Dolly Mabui (Koordinator)

SEKSI REKREASI, OLAHRAGA DAN KESENIAN

  1. Djumira Alfonsina Paprindey (Alm) (Koordinator)

Pada Hari Minggu Tanggal 19 Bulan Maret Tahun 2017 juga melalui Surat Keputusan Majelis Jemaat GKI ICHTUS Siriwini Nomor :” 001/A-5.1.21/G-13/III/2017 diangkat dan dilantik Pengurus KSP mulai dari KSP 1 (Kairos) sampai dengan KSP 11 (Galilea) yang terdiri dari Ketua, Sekertaris, Bendahara serta ditambah dengan beberapa orang anggota. Adapun Susunan Pengurus KSP I – XI Terlampir pada SK sebagai Berikut :

Lampiran Surat Keputusan

Nomor      :   01 / A-5.1.21 / G-13 / III / 2017

Tentang   :   pengangkatan dan pengesahan struktur dan komposisi

pengurus ksp I sampai dengan  XI  di jemaat gki ichtus siriwini periode 2017 – 2022.

KSP I

Ketua          : Amandus Ayer

Sekertaris    : Sonny Rumaropen

Bendahara   : Lusiana Rumi

KSP II

Ketua          : Amos Isir

Sekertaris    : Melianus Runggaweri

Bendahara   : Ester Reba

KSP III

Ketua          : Yulian Hermanus Samber

Sekertaris    : Yuldelvis Ester Momot

Bendahara   : Kenny Venesa Parera

KSP IV

Ketua          : Hengky Goo

Sekertaris    : Atika Saplera

Bendahara   : Selly Asmuruf

KSP V

Ketua          : Henny Sawaka

Sekretaris    : Noyana Wartanoi

Bendahara   : Kristin Yoafifi

KSP VI

Ketua          : Marthina Insyur

Sekretaris    : Ruben Waroi

Bendahara   : Ruth  Kapitarauw

KSP VII

Ketua          : Karel Iboy

Sekretaris    : Maickel  Majesfa

Bendahara   : Carolina  Koneng

KSP VIII

Ketua          : Yohanis  Risamasu

Sekretaris    : Korneles Kaiwai

Bendahara    : Roice Tamalonggehe

KSP IX

Ketua          : Feronika Wanarina

Sekretaris    : Marselus Sawaka

Bendahara   : Daniel  Wanarina

KSP X

Ketua          : Djumira  Alfonsina  Paprindey

Sekretaris    : Yunus  Raru

Bendahara   : Sara  Rosina  The

KSP XI

Ketua          : Septinus Samber

Sekretaris    : Abner Rumatrai

Bendahara   : Alfa Samber

Serah terima Jabatan dari Ketua Jemaat Pdt.Merel.M.Lawalata, S.Th, kepada Pnt. Agustinus Woromboni, pada Hari Minggu, Tanggal 29 Juli 2018.
Serah Terima Jabatan dari  Pnt. Agustinus Woromboni kepada Pelayan Tuhan Sebagai Pelayan Sakramen, Sekaligus sebagai Ketua Jemaat dan Ketua Majelis Jemaat GKI Ichtus Siriwini Pdt. Julianus Johan Ajomi, S.Si,Teol. Pada Hari Minggu, Tanggal 05 Mei 2019. Yang di Pimpin dan disaksikan oleh Sekertaris Klasis GKI Nabire Pdt. Welem Fairyo, S.Th.

Dalam kepemimpinan Majelis Jemaat Periode 2017 ~ 2022 juga telah terjadi Pemutasian Pelayan yang juga sebagai Ketua Majelis Jemaat GKI Ichtus Siriwini Bapak Pendeta Merel Milian Lawalata, S.Th, Oleh Badan Pekerja Am Sinode GKI Di Tanah Papua, dan Serah Terima Jabatannya dilakukan pada Hari Minggu Tanggal 29 Juli Tahun 2018 pada Ibadah Minggu Pagi di gedung Gereja Jemaat ICHTUS Siriwini dari Ketua Majelis Jemaat Pdt. Merel Milian Lawalata, S.Th kepada Wakil Ketua Jemaat Penatua Agustinus Woromboni.  dan selanjutnya Penatua Agustinus Woromboni Melaksanakan Tugas Ketua Majelis Jemaat Mulai Bulan Juli 2018 sampai dengan Tanggal 05 Mei 2019, oleh Badan Pekerja Klasis GKI Nabire  mengantar dan menyerahkan Pelayan Tuhan dan juga sebagai Pelayan Sakramen sekaligus sebagai Ketua Jemaat dan Ketua Majelis Jemaat GKI ICHTUS Siriwini melalui suatu Ibadah yang dilanjutkan dengan Serah Terima Jabatan Ketua Jemaat dari Bapak Penatua Agustinus Woromboni kepada Ketua Jemaat yang baru Bapak Pendeta Julianus Johan Ajomi, S.Si, Teol. Pelaksanaan Serah Terima Jabatan ini dipimpin langsung oleh Sekertaris Klasis GKI Nabire Bapak Pendeta Welem Fairyo, S.Th.

 

Dalam Kepemimpinan Majelis Jemaat Periode 2017 ~ 2022, juga telah dipanggil oleh Sang Pemilik Hidup ini, Bapa di Surga teman sepelayanan kami, tepatnya pada Hari Jumat Tanggal 17 Mei 2019 “Ibu SYAMAS MARICE KORWA (Almh) dan pada Hari Rabu Tanggal 12 Juni 2019 “Bapak PENATUA ZED IMBIRI (Alm).

Selain itu juga pada Hari Minggu Tanggal 13 Bulan Oktober Tahun 2019 juga telah dilaksanakan Pergantian antar waktu Bendahara Jemaat GKI ICHTUS Siriwini dari Bendahara Lama Ibu Syamas Yetni Suryati Rembet kepada Ibu Syamas Meske Sake. Selain Pergantian Bendahara juga terjadi beberapa pergantian pendamping unsur PKB dari Bapak Penatua Isack Wanarina kepada Bapak Penatua Florens Salmon Maniawasi. Dan juga Pergantian Koordinator Urusan Ekubang dari Bapak Penatua Rudolf Adolof Rumatrai kepada Ibu Penatua Marice Ajomi, serta di ankatnya Bapak Penatua Yohan Siandey Marey sebagai Kepala Tata Usaha (T.U) Jemaat GKI Ichtus Siriwini dan Bapak Penatua Herman Waromi diangkat sebagai Bendahara Barang menggantikan Ibu Syamas Meske Sake yang telah diangkat sebagai Bendahara Jemaat.

Dalam Sidang Jemaat GKI ICHTUS Siriwini yang Ke-XXI pada tanggal 27 November 2019, juga telah menghasilkan beberapa keputusan diantaranya Pemekaran KSP 2 (Mawar Saron) menjadi 2 wilayah Pelayan yakni bagian pantai berubah nama menjadi KSP 3 (Mawar Saron) dan bagian darat berubah nama menjadi KSP 2 (Israel). Dan kedua pengurus dilantik oleh Ketua Jemaat dengan Surat Keputusan Nomor : “01 / A-5.1.21 / G- 13 / I / 2020 Tentang “ Pengangkatan dan Pengesahaan Struktur dan Komposisi Pengurus KSP Israel dan Pengurus KSP Mawar Saron di Jemaat GKI Ichtus Siriwini periode 2020-2022. Selain itu  juga Nama-Nama KSP yang sebelumnya di sebut dengan sebutan KSP 1 sampai dengan KSP 11 berubah dengan Sebutan nama KSP KAIROS sampai dengan KSP GALILEA. Dan dibagi dalam 3 wilayah pelayanan masing-masing Pelayanan Wiyk I yang terdiri dari (KSP Kairos, KSP Israel, KSP Mawar Saron & KSP Efrat). Pelayanan Wiyk II terdiri dari (KSP Parousia, KSP Tigris, KSP Eklesia & KSP Oraet Labora). Pelayanan Wiyk III terdiri dari ( KSP Smirna, KSP Zaitun, KSP Tiberias, KSP Galilea).

Cara TUHAN meluaskan Kerajaan-Nya begitu dasyat, bencana alam gempa yang dihadirkan

IX. PENUTUP

Sebagai Majelis Jemaat, Kami menyadari bahwa kesempurnaan hanya ada pada Tuhan Pencipta langit dan bumi, Kami juga harus mengakui segala kekurangan dan keterbatasan kami. Tetapi Sejarah ini juga dapat memberikan gambaran bagi kita semua bahwa tanggung jawab ini adalah tanggung jawab bersama sebagai bagian yang tidak bisa di pisahkan dari Gereja ini. Kami Juga sebagai Majelis Jemaat Mengucapkan Terima Kasih dan Penghargaan yang sebesar-besarnya kepada “Tim Pencari Fakta Sejarah Jemaat GKI ICHTUS Siriwini yang telah membantu dan menyusun Sejarah Jemaat GKI ICHTUS Siriwini ini dengan baik, juga kepada para pelaku Sejarah yang telah bekerja untuk kemuliaan Nama Tuhan. Biarlah Tuhan yang akan membalas semua yang telah berjerih payah untuk sejarah ini.

 

 88 total views,  1 views today